-
Kemampuan adaptasi
-
Keterampilan komunikasi
-
Kemampuan belajar cepat
-
Pemecahan masalah
-
Kerja tim
Banyak kemampuan tersebut justru diasah di jurusan-jurusan yang selama ini dianggap kurang “market friendly”.
Penutupan Jurusan Dinilai Tak Bisa Gegabah
Sejumlah pakar pendidikan dan lembaga legislatif mengingatkan agar pemerintah tidak gegabah dalam mengambil kebijakan penutupan jurusan.
Menurut mereka, evaluasi program studi memang penting, tetapi harus dilakukan secara menyeluruh dan berbasis data.
Yang perlu dilihat bukan hanya angka pengangguran lulusan, tetapi juga:
-
Kualitas pengajaran
-
Kontribusi sosial ilmu
-
Sebaran alumni
-
Dampak jangka panjang terhadap pendidikan nasional
Karena jika terlalu fokus pada kebutuhan industri jangka pendek, universitas bisa kehilangan fungsi utamanya sebagai tempat pengembangan ilmu pengetahuan dan pemikiran kritis.
Pendidikan Tinggi Tidak Bisa Hanya Ikuti Pasar
Di satu sisi, masyarakat memang berhak menuntut kampus agar lebih bertanggung jawab terhadap kualitas pendidikan dan masa depan lulusannya.
Program studi yang buruk, minim dosen berkualitas, dan menawarkan janji palsu memang layak dievaluasi keras.
Namun di sisi lain, pendidikan tinggi juga tidak bisa sepenuhnya dikendalikan logika pasar.
Jika semua jurusan hanya dinilai dari seberapa cepat menghasilkan uang atau terserap industri, maka banyak ilmu penting bisa hilang perlahan.
Indonesia mungkin akan memiliki lulusan yang siap kerja secara teknis, tetapi kehilangan kemampuan berpikir kritis, memahami sejarah, dan membaca persoalan sosial secara mendalam.