Megapolitan . 19/05/2026, 20:32 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Pemerintah Kota Jakarta Timur berencana memanfaatkan area kolong Tol Becakayu sebagai sentra kuliner sekaligus kawasan wisata edukatif berbasis pertanian lokal.
Gagasan tersebut disampaikan Wali Kota Jakarta Timur Munjirin saat membuka kegiatan bimbingan teknis pengembangan ekonomi kreatif tahun 2026 di Jakarta Timur, Selasa, 19 Mei 2026.
Menurut Munjirin, pemanfaatan ruang-ruang kota yang selama ini belum optimal diharapkan dapat menjadi pusat ekonomi kreatif baru sekaligus destinasi wisata berbasis masyarakat.
"Jadi, ruang yang belum optimal menjadi pusat ekonomi kreatif dan destinasi wisata baru berbasis masyarakat. Salah satu yang mencuat adalah rencana pengembangan kawasan kolong Tol Becakayu menjadi sentra kuliner dan wisata edukatif berbasis pertanian lokal," katanya.
Ia menjelaskan, ide tersebut muncul usai melakukan studi banding ke Batu, Malang, dan Surabaya, Jawa Timur. Dari kunjungan itu, Pemkot Jakarta Timur melihat besarnya potensi pengembangan ekonomi berbasis pengalaman atau experience economy yang melibatkan pelaku UMKM secara langsung.
Munjirin menilai konsep wisata sederhana bernuansa alam yang berkembang di daerah pedesaan dapat diadaptasi di kawasan perkotaan seperti Jakarta Timur.
"Kita lihat di sana ada warung sederhana di pinggir sawah, tapi ramai. Konsep seperti itu bisa kita bawa ke Jakarta Timur," ujarnya.
Area kolong Tol Becakayu disebut memiliki lahan yang cukup luas dan berada dekat dengan potensi pertanian warga sehingga dinilai cocok dijadikan ruang publik produktif.
Pemkot Jakarta Timur juga ingin mengintegrasikan konsep tersebut dengan program Jakpreneur, khususnya pelaku usaha di bidang kuliner dan pertanian urban.
Dengan konsep itu, hasil pertanian lokal tidak hanya dipasarkan langsung kepada pengunjung, tetapi juga dapat diolah di lokasi sehingga menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih hidup.
Selain itu, Munjirin turut mengusulkan konsep wisata kuliner interaktif atau self cooking, di mana pengunjung bisa memilih bahan makanan langsung dari kebun mini yang tersedia sebelum memasaknya sendiri.
"Ini bukan hanya soal makan, tapi pengalaman. Pengunjung bisa ambil bahan sendiri, masak sendiri, dan itu menjadi daya tarik," tuturnya.
Tak hanya fokus pada kawasan kolong tol, Pemkot Jakarta Timur juga mulai melirik potensi pasar tradisional sebagai destinasi wisata belanja.
Menurut Munjirin, konsep kunjungan wisatawan ke pasar tradisional dapat menjadi pengalaman tersendiri sekaligus membantu meningkatkan pendapatan pedagang lokal.
Sementara itu, Kepala Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Jakarta Timur Yayang Kustiawan mengatakan gagasan tersebut masih akan dikaji lebih lanjut, termasuk kesiapan infrastruktur, keterlibatan pelaku usaha, serta dampak ekonominya bagi masyarakat.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media