Nasional . 19/05/2026, 18:38 WIB

PPIH Bentuk Timsus Mina: Siap Kawal Jemaah Lansia dan Sakit di Puncak Haji

Penulis : Esnoe Faqih Wardhana  |  Editor : Esnoe Faqih Wardhana

fin.co.id - Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi membentuk Tim Khusus (Timsus) Mina demi memperkuat pelindungan bagi jemaah haji, khususnya para lansia dan mereka yang sedang sakit. Langkah taktis ini menjadi komitmen nyata untuk mengoptimalkan layanan pembinaan serta pengawasan selama fase krusial di puncak ibadah haji.

Koordinator Bidang Satuan Operasi Arafah Muzdalifah dan Mina (Satop Armuzna) dan Pelindungan Jemaah PPIH Arab Saudi, Harun Arrasyid Usman, membeberkan bahwa personel Timsus Mina ini bukan orang sembarangan. Mereka merupakan anggota Pelindungan Jemaah (Linjam) yang sudah berpengalaman dan setidaknya telah mengawal operasional haji minimal satu kali pada musim-musim sebelumnya.

Menariknya, petugas pilihan ini mengusung strategi keberangkatan yang berbeda demi menjaga stamina.

"Rekan-rekan ini diberangkatkan pada tanggal 8 Zulhijah malam dan langsung menuju Mina tanpa melalui Arafah. Dengan skema ini, tenaga mereka dinilai masih fresh untuk langsung memberikan bantuan maksimal saat jemaah haji tiba," ujar Harun usai mengecek jalur pergerakan dari Mina menuju Jamarat, Minggu, 17 Mei 2026.

Tugas Pokok Timsus Mina di Titik Krusial

Harun memaparkan bahwa Timsus Mina mengemban tanggung jawab besar yang meliputi pengawasan ketat, penyambutan hangat, serta pemantauan melekat terhadap pergerakan jemaah haji yang baru bergeser dari Muzdalifah menuju Jamrah Aqobah.

Bukan hanya itu, para petugas berpengalaman ini juga bersiap menyiagakan diri untuk menyambut rombongan jemaah haji yang mengambil skema murur atau melintas langsung dari Arafah. Fase kedatangan di Mina ini memang tergolong sebagai waktu yang sangat krusial. Jika tidak diantisipasi dengan matang, titik ini berpotensi memicu kepadatan massa yang masif serta menguras kelelahan fisik yang tinggi bagi para pencari berkah haji.

Pemetaan Wilayah Maktab dan Skema Tanazul

Terkait dengan peta pemukiman sementara di tanah suci, Harun menyebutkan bahwa sebagian besar jemaah haji asal Indonesia nantinya akan menempati wilayah Zona 3 dan Zona 5. Lokasi tenda ini berada di dekat Terowongan Muaisim yang strategis.

Rombongan besar tersebut akan terbagi ke dalam 61 markas. Persebarannya cukup menantang, mulai dari maktab kecil yang berada di wilayah bawah hingga maktab berukuran besar yang bertempat di wilayah atas.

Lantas, bagaimana dengan jemaah yang ingin langsung kembali ke pemondokan? Untuk skema tanazul atau sistem langsung pulang ke hotel setelah menyelesaikan prosesi lempar jumrah Aqobah, panitia berencana menempatkannya di Zona 5. Kebijakan ini sekarang masih berada dalam tahap perumusan final sebelum petugas mengumumkannya secara serentak kepada publik.

Imbauan Penting: Jangan Pindah Lantai di Jamarat

Demi menjaga kelancaran arus pergerakan massa sekaligus melindungi keselamatan jiwa, Harun mengeluarkan instruksi dan imbauan penting bagi segenap jemaah haji yang menghuni tenda Mina. Ia meminta dengan sangat agar rombongan tidak berpindah lantai saat melangsungkan prosesi melontar jumrah.

"Bagi jemaah haji yang tinggal di tenda Mina, pelaksanaan jamarat diprioritaskan di lantai 3. Kami mengimbau setelah selesai melontar jumrah, jangan turun ke lantai bawah. Tanyakan kepada petugas di lokasi arah kembali ke tenda, karena jalurnya akan berputar keluar dan langsung masuk kembali ke Terowongan Muaisim," tegas Harun.

Perlu jemaah ketahui, jarak perjalanan bolak-balik yang harus ditempuh melalui dua Terowongan Muaisim tersebut lumayan menguras energi, yakni diperkirakan kurang lebih mencapai 4,5 kilometer. Lewat orientasi jalur yang matang serta kesiapan penuh dari Timsus Mina, PPIH berharap seluruh rangkaian puncak haji tahun ini dapat berjalan dengan aman, efektif, dan efisien bagi semua tamu Allah.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com