Nasional . 19/05/2026, 07:08 WIB
Penulis : Afdal Namakule | Editor : Afdal Namakule
fin.co.id - Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PAN Primus Yustisio meminta Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mundur dari jabatannya di tengah melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Permintaan tersebut disampaikan Primus dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Senin 18 Mei 2026.
"Pak Perry yang saya hormati, kadang pak kalau kita mengambil tindakan gentleman, itu bukan penghinaan, Pak. Saya berikan contoh mungkin saatnya sekarang bapak mengundurkan diri. Tidak ada salah. Selanjutnya terserah Bapak, tentu saja. Tapi itu bukan sikap penghinaan," kata Primus.
Primus menilai keputusan mundur justru bisa menjadi langkah terhormat dalam situasi saat ini. Ia mencontohkan praktik serupa yang menurutnya sering terjadi di negara lain seperti Korea Selatan dan Jepang.
"Anda akan lebih dihormati seperti di Korea ataupun di Jepang. Kalau Anda tidak bisa melakukan tugas Anda dengan baik, seperti itu, tidak ada salahnya," sambung Primus.
Menurut mantan aktor tersebut, kondisi ekonomi Indonesia saat ini menunjukkan keanehan. Di satu sisi pertumbuhan ekonomi Indonesia disebut mencapai 5,61 persen, namun di sisi lain rupiah terus melemah hingga berada di kisaran Rp17.600 per dolar AS.
Primus juga menyoroti pelemahan rupiah terhadap sejumlah mata uang asing lainnya seperti dolar Singapura, dolar Australia, ringgit Malaysia, rial hingga euro.
"Tapi faktanya dan ironisnya, ini terhadap semua mata uang (melemah). Kita melemah terhadap Singapura, terhadap Australia, terhadap ringgit, terhadap rial, apalagi Hong Kong, dolar, euro. Saya masih ingat, euro waktu awal-awal tahun 2006 itu Rp 7.000 per euro, sekarang hampir Rp 19.000, hampir Rp 20.000. Nah ini, ini kan harus kita lihat dengan realita, Pak. Kita tidak bisa berdiam diri," tutur Primus.
Menanggapi desakan tersebut, Perry Warjiyo memilih merespons singkat dan menyatakan optimistis rupiah akan kembali stabil.
"Yakin stabil," kata Perry kepada wartawan.
Perry juga sempat ditanya terkait hasil pertemuannya bersama Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah menteri ekonomi di Istana Kepresidenan, termasuk soal pembahasan stabilitas rupiah. Namun, ia tidak menjelaskan isi pertemuan tersebut.
"Terima kasih, terima kasih," ucap Perry.
Saat kembali ditanya mengenai saran agar dirinya mundur, Perry kembali menjawab singkat sambil menuju mobil dan meninggalkan kawasan Istana Kepresidenan. *
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media