Kesehatan . 19/05/2026, 18:18 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
fin.co.id - RSUD Provinsi Banten tengah menyiapkan terobosan baru di bidang layanan kesehatan, khususnya bagi pasien gagal ginjal yang membutuhkan cuci darah rutin.
Direktur RSUD Provinsi Banten, dr. H. Danang Hamsah Nugroho mengungkapkan pihaknya akan menghadirkan layanan CAPD atau Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis.
Metode CAPD merupakan teknik cuci darah mandiri di rumah melalui rongga perut tanpa menggunakan mesin hemodialisa seperti yang umum dilakukan di rumah sakit.
Menurut Danang, rumah sakit kini telah memiliki sumber daya manusia yang memadai untuk menjalankan layanan tersebut. Bahkan, RSUD Banten disebut sudah mempunyai dokter spesialis yang mendukung pengembangan metode peritoneal dialysis.
“Kita juga sudah memiliki seorang ahli spesialis skin gel dan hipertensi. Nah, sehingga dengan ini kita memiliki SDM yang cukup untuk melakukan operasi membuat CAPD atau peritoneal dialysis,” ujar Danang saat diwawancarai FIN.CO.ID.
Danang menjelaskan, salah satu alasan utama pengembangan layanan CAPD adalah karena banyak pasien gagal ginjal mengalami kesulitan akses pembuluh darah untuk proses hemodialisa biasa.
Pada metode cuci darah konvensional, pasien harus menjalani tindakan operasi untuk membuka akses pembuluh darah, baik di bagian leher, tangan, maupun paha.
Namun dalam beberapa kasus, kondisi pasien membuat akses tersebut sulit dilakukan karena pembuluh darah sudah tidak memungkinkan untuk dipasang jalur dialisis.
“Nah, itu tapi dari beberapa kasus itu ada yang sudah kesulitan untuk mengakses itu, untuk dilakukan operasi terhadap organ-organ itu. Nah, ini solusinya adalah dengan peritoneal dialisis,” jelasnya.
Melalui metode CAPD, proses penyaringan cairan dilakukan melalui lapisan peritoneum atau rongga perut sehingga pasien tidak lagi bergantung pada mesin cuci darah di rumah sakit.
Keunggulan lain dari metode CAPD adalah pasien dapat melakukan pergantian cairan dialisis secara mandiri di rumah. Hal ini dinilai sangat membantu pasien yang tinggal jauh dari fasilitas kesehatan.
Danang menyebut banyak pasien cuci darah di RSUD Banten berasal dari daerah terpencil seperti Pandeglang hingga wilayah Pantai Selatan Banten.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media