Ekonomi . 20/05/2026, 15:49 WIB

Menkeu Purbaya Dorong Swasta Jadi Mesin Utama Ekonomi Indonesia pada 2027

Penulis : Esnoe Faqih Wardhana  |  Editor : Esnoe Faqih Wardhana

fin.co.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan komitmen pemerintah untuk mengoptimalkan peran sektor swasta. Pemerintah memproyeksikan dunia usaha akan menjadi mesin utama penggerak pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2027 mendatang.

Langkah ini diambil demi mengejar target pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di kisaran 5,8 hingga 6,5 persen pada 2027. Untuk mencapai target tersebut, pemerintah mendorong percepatan aktivitas sektor swasta agar bergerak lebih kuat dibanding tahun-tahun sebelumnya.

“Sekrabg aja, tahun ini aja kita dorong (ekonomi) mendekati 6 persen, jadi peluangnya besar sekali. Saya harap tahun depan mesin-mesin swastanya sudah berjalan lebih baik dibanding sekarang,” kata Purbaya saat ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu.

Optimisme Pemerintah dan Intervensi Pasar Obligasi

Purbaya menilai target pertumbuhan ekonomi tersebut masih sangat realistis untuk dicapai. Optimisme ini tetap terjaga meskipun nilai tukar rupiah saat ini sudah menembus angka Rp17.700 per dolar AS di pasar keuangan.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, pemerintah telah menyiapkan sejumlah langkah taktis guna menjaga stabilitas nilai tukar. Melalui pengelolaan yang matang, berikut adalah beberapa strategi utama pemerintah dalam menjaga kestabilan asumsi makro:

  • Intervensi Pasar Obligasi: Pemerintah aktif masuk ke bond market untuk memperkuat posisi rupiah.
  • Penerapan Model Ekonometri: Menghitung asumsi ekonomi makro secara matang dan terukur dalam dokumen KEM-PPKF 2027.
  • Target Nilai Tukar Rupiah: Memproyeksikan pergerakan mata uang garuda berada pada kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar AS dalam jangka panjang.

“Kita kan udah masuk ke bond market, tapi juga ada langkah-langkah pemerintah yang membuat rupiah akan menguat dengan signifikan,” ujarnya. Purbaya juga menambahkan bahwa mesin swasta saat ini baru mulai bergerak dan diyakini akan melaju lebih cepat pada tahun depan.

Kebijakan Pajak Baru Ditunda Demi Daya Beli Masyarakat

Selain membahas target pertumbuhan, Purbaya juga menyinggung kebijakan fiskal, khususnya di sektor perpajakan. Ia memastikan bahwa pemerintah belum memiliki rencana untuk menambah jenis pajak baru pada tahun 2027 demi menjaga momentum pemulihan.

Peluang penerapan pajak baru hanya akan dibuka secara bertahap apabila kondisi ekonomi masyarakat sudah lebih sehat dan daya beli meningkat. Pemerintah berkomitmen penuh untuk menghindari kebijakan yang dapat mengganggu jalannya roda perekonomian nasional.

“Nah kita akan lihat secara selektif. Itu asumsi (KEM-PPKF 2027) belum ada kenaikan pajak baru, tapi kalau nanti udah cukup sehat ekonomi masyarakat, ya kita akan pikirkan ini secara bertahap. Jadi kita enggak akan menerapkan pajak yang bisa mengganggu daya beli masyarakat dan mengganggu arah ekonomi,” tambahnya.

Berdasarkan dokumen KEM-PPKF 2027, pengelolaan anggaran negara diarahkan pada koridor yang sehat dan terkendali melalui rincian angka berikut:

  • Pendapatan Negara: Ditargetkan berada pada kisaran 11,82 hingga 12,40 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
  • Belanja Negara: Diproyeksikan mencapai angka 13,62 hingga 14,80 persen terhadap PDB.
  • Defisit Anggaran: Diarahkan tetap terkendali dan aman pada level 1,80 hingga 2,40 persen terhadap PDB.

Sasaran Pembangunan Sosial dan Sektor Energi

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com