Ekonomi . 20/05/2026, 21:49 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
fin.co.id - Kelangkaan BBM subsidi jenis Pertalite mulai dikeluhkan masyarakat di sejumlah daerah di Indonesia. Di tengah rencana pembatasan pembelian BBM subsidi berdasarkan kapasitas mesin kendaraan, banyak pengendara mengaku kesulitan mendapatkan Pertalite di beberapa SPBU milik Pertamina.
Situasi tersebut membuat antrean kendaraan mengular di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Warga pun mulai khawatir pasokan Pertalite benar-benar dikurangi oleh pemerintah maupun Pertamina.
Namun, PT Pertamina Patra Niaga memastikan kabar pengurangan pasokan Pertalite tidak benar. Perusahaan menyebut stok BBM subsidi masih dalam kondisi aman.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth M.V. Dumatubun, mengatakan gangguan distribusi di beberapa wilayah lebih disebabkan faktor cuaca dan indikasi praktik penimbunan.
Roberth mencontohkan kondisi di wilayah Nusa Tenggara Timur atau NTT yang sempat mengalami keterlambatan pasokan akibat cuaca buruk yang sulit diprediksi.
Menurutnya, distribusi BBM sempat tertunda karena kondisi force majeure atau keadaan kahar. Meski demikian, Pertamina memastikan pasokan tetap dikirim setelah kondisi memungkinkan.
“Kalau daerah NTT memang terkendala faktor cuaca dan keterlambatan diakibatkan force majeure seperti cuaca yang lumayan tidak terprediksi. Delay, tapi setelahnya barang tetap ada,” ujar Roberth.
Kondisi tersebut membuat sejumlah SPBU sempat mengalami kekosongan stok Pertalite sehingga memicu antrean panjang masyarakat.
Selain faktor cuaca, Pertamina juga menyoroti adanya dugaan penimbunan BBM subsidi oleh oknum tertentu. Praktik tersebut disebut ikut memicu kelangkaan Pertalite di beberapa wilayah.
Akibat penimbunan, harga Pertalite di tingkat eceran disebut melonjak jauh di atas harga resmi SPBU.
Pertamina Patra Niaga mengaku terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan pemerintah daerah untuk melakukan penindakan terhadap praktik penyelewengan BBM subsidi.
“Langkah kepolisian menindak tegas serta Pemda yang mensosialisasikan gerakan hemat energi dan mengimbau agar tidak menjadi oknum penyelewengan sangat kami apresiasi,” kata Roberth.
Ia juga kembali menegaskan bahwa tidak ada kebijakan penghentian maupun pengurangan pasokan Pertalite.
“Adanya info yang beredar bahwa Pertalite dikurangi atau dihentikan adalah tidak benar,” tegasnya.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media