Nasional . 20/05/2026, 14:52 WIB
Penulis : Esnoe Faqih Wardhana | Editor : Esnoe Faqih Wardhana
fin.co.id - Presiden Prabowo Subianto mendorong generasi muda Indonesia untuk keluar dari zona nyaman. Beliau meminta anak muda tidak seluruhnya bercita-cita menjadi aparatur sipil negara (ASN). Sebaliknya, Presiden menekankan pentingnya keberanian untuk terjun ke dunia bisnis dan bersaing secara global.
"Kita ingin anak-anak muda jangan semua minta jadi ASN, jangan semua minta jadi pemerintah. Tapi harus berani untuk bersaing dengan dunia usaha," kata Prabowo saat berpidato menyampaikan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN 2027 saat Rapat Paripurna DPR RI di Gedung Nusantara, Jakarta, Rabu, 20 Mei 2026.
Untuk mewujudkan ekosistem bisnis yang subur, pemerintah berkomitmen memberikan dukungan nyata. Prabowo mengatakan pemerintah ingin membuka pendidikan kewirausahaan atau entrepreneurship untuk mendorong lahirnya pengusaha-pengusaha muda baru.
Prabowo menyebut dukungan tersebut diperlukan agar generasi muda memiliki kesempatan tumbuh menjadi pengusaha yang kuat dan melahirkan pengusaha baru. "Kita harus dorong mereka, memberi kesempatan mereka untuk tumbuh jadi pengusaha-pengusaha yang kuat, pengusaha-pengusaha yang baru. Demokrasi ekonomi artinya janganlah yang itu-itu saja," kata Prabowo.
Dalam kesempatan itu, Kepala Negara juga menegaskan bahwa upaya memperbaiki tata kelola ekonomi nasional tidak berarti Indonesia tidak memerlukan sektor swasta. Sektor swasta justru memegang peran krusial berdampingan dengan peran pemerintah.
Prabowo mengatakan perekonomian Indonesia perlu dibangun melalui konsep Indonesia Incorporated. Konsep ini berjalan dengan beberapa prinsip utama, yaitu:
Sebagai penutup, Prabowo menegaskan bahwa sistem ekonomi jalan tengah ini sangat cocok untuk menjaga keseimbangan pasar dan keadilan sosial di tanah air.
"Justru kita maksudkan bahwa ekonomi yang cocok untuk Indonesia adalah ekonomi jalan tengah. Ekonomi yang berani mengambil yang terbaik dari sosialisme dan yang terbaik dari kapitalisme. Kita butuh peran negara, kita butuh perlindungan negara, kita butuh pengawasan dan kita butuh keberpihakan dari negara untuk menjamin keadilan dan pemerataan," ujarnya.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media