Internasional . 21/05/2026, 11:28 WIB
Penulis : Afdal Namakule | Editor : Afdal Namakule
fin.co.id - Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat setelah seorang sumber militer Iran mengklaim Teheran memiliki persenjataan canggih yang belum pernah digunakan dalam konflik melawan AS maupun Israel.
Pernyataan itu disampaikan sumber militer Iran kepada RIA Novosti di tengah meningkatnya ancaman serangan baru dari Washington terhadap Teheran.
Sebelumnya, CNN pada 18 Mei melaporkan Pentagon telah menyiapkan daftar target serangan di Iran apabila Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan perintah untuk melanjutkan operasi militer terhadap negara tersebut.
Menanggapi kemungkinan serangan lanjutan dari AS, sumber militer Iran menegaskan negaranya telah menyiapkan kemampuan tempur yang belum pernah diuji di medan perang.
"Kami telah memproduksi senjata canggih di dalam negeri yang belum digunakan di medan perang dan belum diuji coba," kata sumber Iran tersebut.
Ia juga memastikan Iran memiliki kesiapan penuh untuk menghadapi kemungkinan serangan dari luar.
"Dalam hal peralatan dan kemampuan pertahanan, kami tidak kekurangan apa pun yang akan menghalangi kami untuk membela negara kami. Kali ini, kami tidak berniat untuk menahan diri," kata sumber tersebut.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump pada Rabu memperingatkan bahwa Washington akan bergerak cepat apabila Iran tidak memberikan jawaban yang dianggap memuaskan dalam proses negosiasi yang sedang berlangsung.
"Benar-benar di ambang batas. Percayalah, jika kami tidak mendapatkan jawaban yang tepat, semuanya akan berjalan sangat cepat," kata Trump kepada wartawan ketika ditanya soal kemungkinan serangan terhadap Iran.
"Kami semua siap. Kami harus mendapatkan jawaban yang tepat. Itu harus berupa jawaban yang lengkap, 100% benar," imbuhnya.
Trump juga mengatakan skenario terburuk memungkinkan AS melakukan tindakan hanya dalam hitungan hari.
"Kami berurusan dengan beberapa orang yang sangat baik... Kami berurusan dengan beberapa orang yang berbakat, dengan kemampuan berpikir yang baik, dan kami cukup terkesan dengan hal itu," kata pemimpin AS tersebut.
"Mudah-mudahan orang-orang itu akan membuat kesepakatan yang akan menguntungkan semua orang," imbuhnya.
Pada Selasa, Trump sempat menyatakan Amerika Serikat dapat melancarkan serangan baru terhadap Iran paling cepat pada 22 Mei atau awal pekan depan.
Namun sehari sebelumnya, Trump mengatakan dirinya menangguhkan rencana serangan setelah adanya permintaan dari Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media