Ekonomi . 23/05/2026, 19:20 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
Menurut dia, tanpa pembenahan masalah struktural tersebut, kebijakan BI kemungkinan hanya mampu meredam gejolak rupiah sementara waktu, bukan benar-benar memperkuat nilai tukar secara permanen.
Berikut dampak yang diperkirakan muncul setelah BI Rate naik menjadi 5,25 persen:
Bunga kredit perbankan berpotensi naik
Cicilan kredit floating rate bisa lebih mahal
Kredit fixed rate relatif aman sementara waktu
Daya beli masyarakat berpotensi melemah
Penjualan rumah, mobil, dan elektronik bisa melambat
Bunga deposito dan tabungan menjadi lebih menarik
Rupiah diharapkan lebih stabil meski belum tentu langsung menguat
Kenaikan BI Rate kali ini menjadi tantangan baru bagi masyarakat dan pelaku usaha. Karena itu, pengelolaan keuangan yang lebih hati-hati dinilai semakin penting di tengah kondisi ekonomi yang masih penuh tekanan. (*)
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media