Megapolitan . 24/05/2026, 17:09 WIB

Harga Cabai di Jakarta Melejit Jelang Idul Adha, Pemprov DKI Buka Suara

Penulis : Mihardi  |  Editor : Mihardi

fin.co.id - Staf Khusus Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Bidang Komunikasi Publik, Chico Hakim, menyebut kenaikan harga pangan di Jakarta dipengaruhi meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang Idul Adha 1447 Hijriah.

"Menjelang Hari Besar Keagamaan Idul Adha, kebutuhan masyarakat naik baik untuk konsumsi sehari-hari maupun persiapan hari raya,” jelas Chico di Jakarta, Minggu, 24 Mei 2026.

Menurutnya, lonjakan harga pangan dipicu kombinasi faktor cuaca dan tingginya permintaan pasar. Curah hujan yang masih tinggi menyebabkan produksi dan kualitas panen sejumlah komoditas hortikultura menurun, seperti cabai, bawang merah, hingga bawang putih.

Selain faktor cuaca, meningkatnya serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) juga turut memengaruhi pasokan pangan ke ibu kota.

“Hal ini langsung berdampak pada pasokan ke Jakarta,” ujar Chico.

Untuk mengendalikan kondisi tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta melakukan sejumlah langkah antisipasi.

Salah satunya dengan melakukan pemantauan harga pangan strategis secara rutin di pasar tradisional, baik melalui pengecekan langsung maupun lewat aplikasi Informasi Harga Pangan Jakarta (IPJ).

Selain itu, Dinas KPKP juga terus berkoordinasi dengan produsen, distributor, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) seperti Perumda Dharma Jaya, serta pemerintah pusat guna memastikan distribusi pangan tetap berjalan lancar.

Pemprov DKI juga menyiapkan intervensi pasar apabila diperlukan, termasuk penyaluran pangan bersubsidi dan penyelenggaraan pasar murah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

“Khusus untuk hewan kurban, Pemprov menjamin ketersediaan stok melalui persiapan awal oleh Dharma Jaya (target ribuan ekor sapi) agar harga tetap terkendali dan tidak ada lonjakan berlebih,” kata Chico.

Sebelumnya, Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta, Hasudungan A. Sidabalok, mengungkapkan berdasarkan pemantauan pada pekan kedua Mei 2026, sejumlah komoditas hortikultura mengalami kenaikan harga dibandingkan minggu sebelumnya.

Cabai rawit merah tercatat menjadi komoditas dengan kenaikan tertinggi, yakni 12,12 persen atau naik Rp8.689 per kilogram, dari Rp71.664 menjadi Rp80.354 per kilogram.

Selain itu, cabai merah keriting mengalami kenaikan 5,61 persen atau Rp2.926 per kilogram dari Rp52.117 menjadi Rp55.103 per kilogram.

Harga bawang merah juga naik 3,96 persen atau Rp2.082 per kilogram, dari Rp52.615 menjadi Rp54.697 per kilogram.

Sementara cabai merah TW meningkat 3,84 persen atau Rp2.306 per kilogram, dari Rp60.069 menjadi Rp62.375 per kilogram. Adapun cabai rawit hijau naik 3,05 persen atau Rp1.773 per kilogram, dari Rp58.166 menjadi Rp59.939 per kilogram.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com