Internasional . 24/05/2026, 21:46 WIB

Ledakan Tambang Batu Bara di China Tewaskan 90 Pekerja, Xi Jinping Turun Tangan

Penulis : Derry Sutardi  |  Editor : Derry Sutardi

fin.co.id - Tragedi besar mengguncang industri pertambangan China setelah ledakan gas mematikan terjadi di tambang batu bara Liushenyu, Provinsi Shanxi, Jumat malam (22/5/2026). Insiden tersebut menewaskan sedikitnya 90 pekerja tambang dan melukai puluhan lainnya.

Ledakan dahsyat itu terjadi sekitar pukul 19.29 waktu setempat saat ratusan pekerja sedang berada di bawah tanah. Berdasarkan laporan awal, terdapat 247 penambang yang tengah bertugas ketika insiden terjadi.

Lebih dari 120 orang langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis darurat akibat luka serius dan paparan gas beracun.

Sembilan Penambang Masih Hilang

Hingga Sabtu sore, tim penyelamat masih melakukan pencarian terhadap sembilan penambang yang dilaporkan hilang usai ledakan.

Sebagian besar korban tewas diduga akibat menghirup gas beracun yang menyebar cepat di area tambang. Penyelidikan sementara menunjukkan kadar karbon monoksida di dalam tambang berada jauh di atas batas aman.

Situasi di lokasi sempat kacau setelah asap tebal memenuhi lorong bawah tanah dan membuat para pekerja panik berusaha menyelamatkan diri.

Salah satu pekerja yang selamat, Wang Yong, mengaku sempat kehilangan kesadaran sebelum berhasil keluar dari area tambang.

“Saya mencium bau belerang menyengat, seperti bau bahan peledak. Saya langsung berteriak menyuruh orang-orang lari,” ujar Wang seperti dikutip BBC.

Xi Jinping Perintahkan Investigasi Besar-Besaran

Presiden Xi Jinping langsung merespons tragedi tersebut dengan memerintahkan operasi penyelamatan besar-besaran.

Pemerintah pusat China mengirim enam tim penyelamat nasional yang terdiri dari 345 personel berpengalaman untuk membantu proses evakuasi dan pencarian korban.

Xi Jinping juga meminta investigasi menyeluruh dilakukan untuk mengungkap penyebab pasti ledakan gas yang menjadi salah satu kecelakaan tambang paling mematikan dalam beberapa tahun terakhir.

“Semua wilayah dan departemen harus mengambil pelajaran dari kecelakaan ini. Kita wajib mencegah terjadinya kecelakaan berskala besar di masa depan,” kata Xi seperti dikutip Al Jazeera.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com