Internasional . 24/05/2026, 08:27 WIB
Penulis : Afdal Namakule | Editor : Afdal Namakule
fin.co.id - Insiden penembakan terjadi di sekitar kawasan Gedung Putih, Amerika Serikat, pada Sabtu waktu setempat. Peristiwa tersebut dilaporkan mengakibatkan sedikitnya dua orang terluka, termasuk pelaku penembakan.
Aparat penegak hukum federal Amerika Serikat bergerak cepat setelah menerima laporan adanya aksi penembakan di dekat kompleks Gedung Putih. Hingga kini, proses penyelidikan masih berlangsung di Washington DC.
Sejumlah laporan media yang mengutip pejabat setempat menyebutkan bahwa setidaknya satu korban mengalami luka serius akibat insiden tersebut.
"FBI berada di TKP (tempat kejadian perkara) dan mendukung upaya Dinas Rahasia merespons penembakan di dekat kompleks Gedung Putih -- kami akan berikan informasi terbaru kepada masyarakat," kata Kepala FBI Kash Patel melalui media sosial X.
Dinas Rahasia Amerika Serikat juga membenarkan adanya laporan penembakan di kawasan 17th Street dan Pennsylvania Avenue NW, yang berada tak jauh dari Gedung Putih.
"Kami mengonfirmasi laporan penembakan di dekat 17th Street dan Pennsylvania Avenue NW dan bekerja untuk memperdalam informasi tersebut dengan personel di TKP," kata badan tersebut.
Menurut laporan Fox News, seorang pria bersenjata mendekati Gedung Putih melalui area gerbang nomor 17 sekitar pukul 18.00 waktu setempat. Pria itu disebut melepaskan tiga tembakan ke arah bangunan, yang kemudian dibalas oleh agen Dinas Rahasia hingga pelaku berhasil dilumpuhkan.
Dalam insiden tersebut, seorang warga sipil turut dilaporkan mengalami luka akibat baku tembak. Meski demikian, Fox News menyebut pelaku tidak berhasil menembus perimeter keamanan Gedung Putih.
Presiden Donald Trump dilaporkan berada dalam kondisi aman.
Sementara itu, departemen kepolisian setempat menyatakan bahwa Dinas Rahasia sedang menangani insiden di area persimpangan gerbang 17 dan Pennsylvania Avenue NW serta meminta masyarakat menjauhi lokasi demi kelancaran penanganan.
Gedung Putih sempat diberlakukan kondisi kuncitara menyusul kejadian tersebut, namun status itu kemudian dicabut. *
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media