Nasional . 26/05/2026, 22:10 WIB
Penulis : Esnoe Faqih Wardhana | Editor : Esnoe Faqih Wardhana
fin.co.id - Aktivitas vulkanik Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur kembali meningkat. Gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut mengalami erupsi sebanyak lima kali dengan tinggi letusan mulai dari 600 meter hingga 1.000 meter di atas puncak pada Selasa, 26 Mei 2026 pagi.
Masyarakat yang berada di sekitar kawasan lereng perlu meningkatkan kewaspadaan ekstra. Pihak berwenang meminta warga memantau pergerakan abu vulkanik serta mematuhi batas aman yang telah ditetapkan petugas.
Petugas mencatat rangkaian letusan ini terjadi dalam waktu yang berdekatan sejak dini hari hingga menjelang siang hari.
"Erupsi pertama terjadi pada pukul 01.05 WIB dengan tinggi kolom letusan abu vulkanik teramati sekitar 600 meter di atas puncak," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang.
Berikut adalah rincian data teknis dari lima letusan beruntun tersebut:
Hingga saat ini, aktivitas vulkanik dari gunung api setinggi 3.676 mdpl ini masih berada pada Status Level III (Siaga). Menanggapi kondisi darurat tersebut, Sigit menjelaskan sejumlah rekomendasi penting demi keselamatan masyarakat sekitar.
Petugas melarang keras warga melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 kilometer dari pusat erupsi. Di luar jarak tersebut, masyarakat juga tidak boleh beraktivitas pada radius 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan. Hal ini karena wilayah tersebut berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.
"Masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar)," katanya.
Pihak Pos Pengamatan meminta masyarakat sekitar untuk terus mewaspadai potensi bahaya sekunder yang bisa terjadi sewaktu-waktu. Ancaman tersebut meliputi awan panas, guguran lava, dan juga terjangan lahar dingin.
"Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan," ujarnya.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media