Nasional . 26/05/2026, 14:04 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Pemerintah mengalokasikan sekitar Rp100 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk pengadaan 1.098 ekor sapi kurban pada Idul Adha 1447 Hijriah atau tahun 2026.
Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Juri Ardiantoro, mengatakan anggaran tersebut berasal dari bantuan kemasyarakatan Presiden.
"Jadi, sumber anggarannya dari APBN, ya, melalui anggaran bantuan presiden, bantuan kemasyarakatan presiden,” kata Juri kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa, 26 Mei 2026.
Ia menjelaskan, nilai pengadaan sapi kurban di setiap daerah berbeda-beda karena dipengaruhi oleh bobot sapi serta kondisi wilayah masing-masing. Pemerintah pun menyesuaikan harga pembelian dengan harga pasar di tiap daerah.
“Jadi, harga sapi tentu bervariasi karena bobotnya beda-beda dan lokasinya juga tentu mempengaruhi harga sapi. Jadi kita menyesuaikan harga sapi di setiap daerah. Kurang lebih anggaran yang dikeluarkan sebanyak 100-an miliar, 100 miliar,” ujarnya.
Sebelumnya, Juri mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto menyalurkan 1.098 ekor sapi kurban yang akan didistribusikan ke seluruh provinsi, kabupaten, dan kota di Indonesia.
"Jadi ada 552 daerah, yakni 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota akan menerima sebanyak 598 sapi untuk seluruh pemerintah provinsi dan kabupaten/kota," kata Juri di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa, 26 Mei 2026.
Menurutnya, jumlah sapi yang disalurkan lebih banyak dibanding jumlah daerah penerima karena terdapat 46 wilayah yang belum memiliki sapi dengan standar bobot yang ditetapkan Presiden.
"Kenapa dari 552 daerah menerima 598 sapi? Jadi sapinya lebih banyak dari jumlah daerah karena ada 46 daerah yang tidak tersedia sapi dengan ukuran standar sapi presiden. Standar dari atau standar bobot sapi presiden adalah 800 kilo sampai 1,3 ton dan setiap daerah akan mendapatkan satu," jelasnya.
Ia menambahkan, daerah yang tidak memiliki sapi sesuai standar tersebut akhirnya mendapatkan tambahan distribusi sapi dari daerah lain.
"Oleh karena itu ada yang mendapatkan dua sapi untuk 46 daerah," imbuhnya.
Selain disalurkan ke pemerintah daerah, sapi kurban Presiden juga akan diberikan kepada lembaga pendidikan, pondok pesantren, lembaga sosial, tokoh masyarakat, hingga tokoh agama.
"Sapi kurban Bapak Presiden juga akan diserahkan atau akan disampaikan kepada lembaga-lembaga pendidikan, ada juga pondok pesantren, kemudian juga kepada tokoh-tokoh masyarakat, tokoh agama, sebanyak 500 sapi," imbuhnya.
"Jadi untuk daerah tadi 598, untuk lembaga-lembaga sosial, lembaga keagamaan, pondok pesantren, tokoh-tokoh sebanyak 500 sapi. Jadi semuanya 1.098 ekor sapi," sambungnya.
Juri menyebut sapi kurban tersebut terdiri dari berbagai jenis, seperti Simental, Limosin, Peranakan Ongole, Brahman, Angus, Sapi Bali, FH, Belgian Blue, dan Charolais.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media