Nasional . 26/05/2026, 20:28 WIB
Penulis : Esnoe Faqih Wardhana | Editor : Esnoe Faqih Wardhana
Petugas medis juga meminta kerja sama aktif dari jemaah agar segera melaporkan segala bentuk keluhan fisik demi menghindari kondisi fatal di lapangan.
“Jangan memaksakan diri. Bila merasa lemas, pusing, sesak napas, atau mengalami gangguan kesehatan lainnya, segera hubungi petugas kesehatan. Menjaga kesehatan adalah bagian dari ikhtiar agar ibadah dapat berjalan aman, lancar, dan sempurna,” tegas Maria.
Pemerintah Indonesia memastikan dukungan logistik dan medis telah siaga penuh di area Armuzna. Layanan darurat dan posko kesehatan bergerak siap melayani jemaah yang membutuhkan penanganan medis cepat.
“Kami menyiagakan masing-masing satu Pos Kesehatan Indonesia di Arafah dan di Mina untuk memastikan layanan kesehatan dapat diberikan secara cepat dan optimal selama fase Armuzna,” kata Maria.
Selain fasilitas klinik lapangan, jajaran personel penolong juga siap mengawal pergerakan massa di area pemukiman tenda. Sebanyak 657 petugas Satgas Arafah kini sudah menduduki pos-pos strategis di seluruh penjuru wilayah pelayanan.
“Mereka terdiri dari petugas adhoc Arafah, koordinator markas, pengawas konsumsi, dan unsur layanan lainnya yang akan memastikan transportasi, akomodasi, konsumsi, kesehatan, bimbingan ibadah, hingga pelindungan jemaah berjalan maksimal,” jelasnya.
Sebagai penutup keterangan resmi, Kemenhaj mengajak seluruh jemaah Indonesia untuk mengedepankan rasa solidaritas tinggi, saling mengawasi, dan membantu sesama anggota rombongan demi keselamatan bersama di tanah suci.
“Jika melihat jemaah yang tampak kebingungan, kelelahan, atau terpisah dari rombongan, mohon segera dibantu dan dilaporkan kepada petugas terdekat. Semoga seluruh jemaah Indonesia diberi kesehatan, kekuatan, serta kelancaran dalam menjalani wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, dan lontar jumrah di Mina,” pungkas Maria.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media