Internasional . 27/05/2026, 22:20 WIB

Diawasi Ketat Tentara Israel, Warga Palestina Salat Iduladha di Masjid Ibrahimi Hebron

Penulis : Esnoe Faqih Wardhana  |  Editor : Esnoe Faqih Wardhana

fin.co.id - Sejumlah kecil warga Palestina melaksanakan salat Idul Adha pada Rabu di Masjid Ibrahimi, yang berada di wilayah Hebron, Tepi Barat yang diduduki Israel. Pelaksanaan ibadah berlangsung di tengah pembatasan ketat yang diterapkan tentara Israel.

Tentara Israel menutup gerbang masjid dan memeriksa jamaah di pintu masuk. Situasi tersebut membuat sejumlah warga Palestina memilih menuju masjid lain setelah mengalami keterlambatan masuk, seperti dilaporkan koresponden Anadolu.

Selain memperketat akses masuk, pasukan Israel juga menembakkan granat kejut di dekat area masjid. Tindakan itu memicu kepanikan di antara jamaah yang hadir. Jumlah jamaah yang mengikuti salat Idul Adha diperkirakan hanya sekitar 300 orang.

Gubernur Hebron Soroti Pembatasan di Masjid Ibrahimi

Gubernur Hebron, Khaled Dudin, menilai pembatasan tersebut mencederai kebebasan beribadah umat Muslim di Masjid Ibrahimi.

"Idul Adha adalah hari raya terbesar bagi umat Muslim, tetapi pasukan pendudukan menutup gerbang Masjid Ibrahimi dan menembakkan granat kejut ke arah jamaah," kata Khaled Dudin kepada Anadolu.

Menurut Dudin, jumlah jamaah yang hadir tidak melebihi 30 persen dari kapasitas normal pada perayaan Idul Adha sebelumnya. Ia menggambarkan situasi tersebut sebagai "penggantian keagamaan dan teror keagamaan dalam segala bentuknya" di dalam masjid.

“Adalah tugas kita untuk tetap teguh, tangguh, dan hadir di Masjid Ibrahimi untuk melindungi landmark Islam dan bersejarah yang berusia lebih dari 4.000 tahun,” tambahnya.

Sejarah Pembagian Masjid Ibrahimi dan Ketegangan di Hebron

Hebron merupakan salah satu wilayah paling sensitif di Tepi Barat. Masjid Ibrahimi berada di Kota Tua Hebron yang saat ini berada di bawah kendali penuh Israel.

Di kawasan tersebut, sekitar 400 pendudukan Israel tinggal dengan perlindungan sekitar 1.500 tentara Israel. Situasi keamanan yang ketat telah lama memengaruhi aktivitas warga Palestina, termasuk akses menuju tempat ibadah.

Pada 1994, Israel membagi Masjid Ibrahimi dengan alokasi 63 persen area untuk Yahudi dan 37 persen untuk Muslim. Kebijakan itu muncul setelah seorang pemukim Yahudi melakukan pembantaian terhadap jamaah Palestina dan menewaskan 29 orang.

Sebelumnya, masjid tersebut terbuka sepenuhnya bagi umat Muslim saat momen keagamaan tertentu, termasuk Idul Fitri dan Idul Adha. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, akses menuju masjid semakin dibatasi.

Situasi Tepi Barat Memanas Sejak Perang Gaza

Sejak perang Israel di Gaza dimulai pada Oktober 2023, wilayah Tepi Barat terus mengalami peningkatan serangan oleh tentara Israel dan para pendudukan, terutama di kawasan pedesaan dan wilayah Badui yang berada dekat pemukiman serta pos terdepan Israel.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com