Kesehatan . 27/05/2026, 16:16 WIB

Direktur RSUD Banten Bongkar Fakta Mengejutkan soal Hantavirus, Warga Diminta Jangan Anggap Remeh!

Penulis : Derry Sutardi  |  Editor : Derry Sutardi

fin.co.id - Direktur RSUD Provinsi Banten, dr. H. Danang Hamsah Nugroho akhirnya angkat bicara terkait isu hantavirus yang belakangan mulai menjadi perhatian masyarakat.

Ia meminta warga, khususnya di wilayah Banten, untuk tetap tenang namun tidak mengabaikan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan pola hidup sehat.

Menurut dr. Danang, hantavirus merupakan penyakit zoonosis atau penyakit yang ditularkan dari hewan ke manusia, terutama melalui tikus dan hewan pengerat lainnya. Penularannya lebih banyak terjadi melalui kontak dengan urine, kotoran, atau air liur tikus yang telah terinfeksi virus.

“Penyebarannya bisa melalui kontak dan airborne, tapi lebih banyak lewat kontak langsung. Karena itu perilaku hidup bersih dan sehat sangat penting,” ujar dr. Danang saat memberikan penjelasan terkait hantavirus kepada FIN.co.id, Rabu 27 Mei 2026.

Ia menegaskan, masyarakat sebaiknya mulai membiasakan diri mencuci tangan sebelum makan, menjaga kebersihan rumah, serta menggunakan masker ketika sedang flu atau batuk. Langkah sederhana tersebut dinilai efektif untuk menekan potensi penyebaran penyakit menular.

Dr. Danang menjelaskan bahwa gejala hantavirus pada awalnya cukup mirip dengan penyakit umum lainnya. Pasien biasanya mengalami demam, meriang, sakit kepala, tubuh terasa lelah, hingga nyeri otot. Dalam kondisi tertentu, gejala bisa berkembang menjadi batuk dan sesak napas setelah beberapa hari atau minggu.

Di dunia medis, hantavirus diketahui dapat menyerang paru-paru, pembuluh darah, hingga ginjal. Namun, ia menekankan bahwa hingga kini belum ada bukti kuat penularan hantavirus dari manusia ke manusia untuk kasus yang beredar di Indonesia.

“Yang paling utama itu penularan dari tikus ke manusia. Kalau manusia ke manusia sejauh ini belum ada bukti kuat,” jelasnya.

Meski demikian, dr. Danang mengingatkan bahwa masyarakat tetap harus waspada apabila pernah melakukan kontak dengan lingkungan yang kotor atau area yang banyak tikusnya. Ia menyebut, risiko penularan meningkat jika seseorang terkena urine atau feses tikus yang terinfeksi.

Menurutnya, kondisi rumah yang bersih menjadi salah satu benteng utama untuk mencegah hantavirus. Rumah yang tidak mengundang tikus otomatis dapat mengurangi risiko penularan penyakit tersebut.

“Kalau rumah kita bersih dan tidak ada tikus, kemungkinan tertular langsung dari binatang juga kecil,” katanya.

Ia juga menyinggung adanya jenis hantavirus tertentu dari Amerika Selatan, khususnya strain Andes, yang diketahui lebih mudah menular dibanding jenis lainnya. Namun, untuk kasus yang ramai dibicarakan di Indonesia saat ini, masyarakat diminta tidak panik berlebihan.

Lebih lanjut, dr. Danang menjelaskan bahwa penyakit akibat virus berbeda dengan infeksi bakteri. Hingga saat ini belum ada obat khusus untuk membunuh hantavirus secara langsung seperti antibiotik pada infeksi bakteri. Penanganan lebih difokuskan pada peningkatan daya tahan tubuh dan terapi medis sesuai kondisi pasien.

Sementara itu, terkait kondisi di Banten, RSUD Provinsi Banten mengaku belum menemukan pasien dengan gejala yang benar-benar mengarah pada hantavirus. Meski ada beberapa pasien dengan keluhan mirip penyakit paru-paru biasa, sejauh ini belum ditemukan indikasi kuat mengarah ke infeksi hantavirus.

“Belum ada yang gejalanya mirip hantavirus di RSUD Banten,” ungkapnya.

Meski kondisi masih dinilai aman, masyarakat tetap diminta waspada terutama jika mengalami gejala seperti demam tinggi, nyeri otot, sesak napas, dan memiliki riwayat kontak dengan lingkungan yang berpotensi terpapar tikus.

Dr. Danang menyarankan agar masyarakat segera memeriksakan diri ke dokter atau rumah sakit apabila mengalami gejala mencurigakan. Nantinya, tenaga medis akan melakukan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan apakah pasien terinfeksi virus tertentu atau hanya mengalami penyakit umum lainnya.

"Kepanikan berlebihan justru tidak diperlukan. Menurutnya, langkah terbaik saat ini adalah menjaga kebersihan rumah, menghindari kontak dengan tikus, serta segera mencari pertolongan medis jika muncul gejala yang mengarah pada infeksi virus," pungkasnya. (*)

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com