Nasional . 31/05/2026, 20:27 WIB

Dino Patti Djalal Beri Lima Saran untuk Prabowo agar Kurangi Kunjungan Luar Negeri

Penulis : Mihardi  |  Editor : Mihardi

fin.co.id - Mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal menyampaikan sejumlah masukan kepada Presiden Prabowo Subianto terkait intensitas kunjungan ke luar negeri yang dinilainya cukup tinggi. Menurut Dino, pengurangan frekuensi perjalanan luar negeri dapat menjadi langkah efisiensi di tengah tantangan ekonomi global dan kebutuhan pengelolaan anggaran negara yang lebih hati-hati.

Melalui akun Instagram pribadinya, Dino mengaku menyampaikan pandangan tersebut sebagai sahabat lama sekaligus bagian dari masyarakat yang menginginkan penggunaan anggaran negara secara lebih efektif.

“Sebagai sahabat lama dan mewakili komunitas internasional dan rakyat, saya mengimbau Presiden Prabowo untuk mengurangi perjalanan ke luar negeri secara signifikan,” ujar Dino dikutip dari akun Instagram pribadinya, Minggu, 31 Mei 2026.

Dino menilai setiap kunjungan kenegaraan membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Anggaran tersebut mencakup berbagai kebutuhan, mulai dari keberangkatan tim pendahulu, transportasi udara, penginapan, hingga berbagai keperluan logistik lainnya.

“Satu perjalanan ke luar negeri bisa menghabiskan biaya puluhan hingga ratusan miliar rupiah. Karena itu saya punya lima saran untuk Presiden Prabowo,” kata mantan Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat ini.

Saran pertama yang diajukan Dino adalah memaksimalkan penggunaan teknologi komunikasi, seperti konferensi video, percakapan telepon, maupun pertemuan virtual dengan para pemimpin negara lain.

Menurut pengalamannya selama berkarier di dunia diplomasi, inti pembahasan dalam pertemuan bilateral umumnya hanya berlangsung dalam waktu relatif singkat, sementara sebagian besar agenda lainnya bersifat seremonial.

"Pengalaman saya, suatu kunjungan bilateral biasanya hanya berpusat pada satu pembicaraan yang berlangsung satu jam atau dua jam. Selebihnya basa-basi, jamuan, dan seremonial yang biasanya tidak perlu,” jelasnya.

Ia berpendapat komunikasi virtual mampu menghemat anggaran negara dalam jumlah besar tanpa mengurangi kualitas substansi diplomasi yang dijalankan. Selain itu, langkah tersebut dinilai dapat merespons pandangan publik yang menganggap perjalanan luar negeri Presiden terlalu mahal.

Sebagai contoh, Dino menyinggung Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum yang beberapa kali berkomunikasi dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump melalui sambungan telepon tanpa harus bertemu langsung. Ia juga mencontohkan perjalanan kerja Sheinbaum ke Spanyol yang dilakukan menggunakan penerbangan komersial kelas ekonomi sebagai simbol efisiensi.

Saran kedua adalah memanfaatkan forum-forum internasional untuk sekaligus menggelar sejumlah pertemuan bilateral dengan pemimpin negara lain.

“Formula 1+8 bisa diterapkan. Saat hadir di forum internasional, Presiden bisa sekaligus bertemu delapan kepala negara lain,” katanya.

Dino menjelaskan angka delapan dipilih sebagai simbol yang identik dengan Prabowo yang selama ini dikenal luas dengan sebutan 08.

"Kenapa delapan? Karena sepertinya angka delapan merupakan angka favorit Presiden yang juga dikenal dengan sebutan 08," ujarnya.

Masukan ketiga berkaitan dengan perencanaan perjalanan luar negeri yang dinilai perlu disusun lebih matang dan transparan kepada publik.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com