Ekonomi . 01/06/2026, 18:24 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
Posisi kedua ditempati kelompok mesin dan pesawat mekanik yang mencapai US$256 juta, diikuti produk minyak atsiri, kosmetik, dan wewangian sebesar US$156,3 juta.
Selain itu, Indonesia juga banyak mengimpor mesin dan peralatan listrik senilai US$146,2 juta serta produk farmasi sebesar US$115,3 juta dari Prancis.
Salah satu sektor yang kini menjadi sorotan adalah produk susu dan hasil peternakan. Kelompok komoditas susu, mentega, telur, madu alam, dan produk hewani lainnya mencatat nilai impor sebesar US$81,4 juta pada 2025.
Angka tersebut meningkat 18,56 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai US$68,7 juta. Kenaikan ini menunjukkan tingginya permintaan pasar Indonesia terhadap produk pangan berkualitas dari Prancis.
Dengan dibukanya akses pasar yang lebih luas untuk susu dan daging sapi Prancis, nilai perdagangan sektor pangan diperkirakan berpotensi meningkat dalam beberapa tahun mendatang.
Penguatan kerja sama Indonesia dan Prancis di sektor pangan dinilai dapat membuka peluang baru dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
Selain memperluas pilihan produk bagi konsumen, kerja sama ini juga berpotensi menghadirkan transfer teknologi, peningkatan standar kualitas produk peternakan, hingga pengembangan industri pangan dalam negeri.
Di sisi lain, hubungan erat antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Emmanuel Macron menjadi modal penting dalam mempercepat berbagai kerja sama strategis yang menguntungkan kedua negara.
Dengan tren perdagangan yang terus meningkat dan semakin luasnya sektor kerja sama, hubungan Indonesia dan Prancis diperkirakan akan semakin kuat, tidak hanya di bidang ekonomi, tetapi juga dalam pembangunan ketahanan pangan, industri, dan investasi jangka panjang. (*)
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media