Megapolitan . 01/06/2026, 15:36 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Jakarta Selatan, Ali Murthadho, memimpin upacara peringatan Hari Lahir Pancasila yang digelar di halaman Kantor Wali Kota Jakarta Selatan, Senin, 1 Juni 2026. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 500 pegawai Pemerintah Kota Jakarta Selatan serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kota (Forkopimko).
Dalam kesempatan tersebut, Ali membacakan amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia, Yudian Wahyudi. Ia menegaskan bahwa Pancasila memiliki peran penting sebagai pedoman moral bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan yang berkembang di tingkat global.
"Sesuai amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, kita memiliki tanggung jawab konstitusional untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial," ujarnya, membacakan pidato Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia, Yudian Wahyudi, Senin, 1 Juni 2026.
Ali menjelaskan bahwa Pancasila menjadi landasan utama bagi kebijakan luar negeri Indonesia yang berprinsip bebas dan aktif. Menurutnya, nilai musyawarah dan mufakat yang selama ini melekat dalam kehidupan bangsa Indonesia dapat menjadi sarana penting untuk membangun dialog, menjembatani perbedaan, serta membantu penyelesaian konflik di tingkat internasional.
Ia juga menyoroti peran aktif Indonesia dalam berbagai forum global. Kontribusi pasukan perdamaian di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), keterlibatan dalam penyelesaian konflik regional, serta konsistensi Indonesia dalam memperjuangkan keadilan bagi bangsa-bangsa yang masih mengalami penjajahan disebut sebagai bukti nyata peran tersebut.
"Indonesia Raya bukanlah mimpi kosong. Namun, kemajuan ekonomi dan teknologi tanpa arah moral dapat menyesatkan. Karena itu, seluruh elemen bangsa, terutama generasi muda sebagai penjaga masa depan, harus menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup dalam kehidupan sehari-hari," ucapnya.
Lebih lanjut, Ali mengingatkan pentingnya memastikan setiap kebijakan yang dihasilkan pemerintah benar-benar berpihak kepada masyarakat, terutama kelompok yang membutuhkan perhatian dan perlindungan lebih besar dari negara.
"Saya meminta agar setiap kebijakan publik menjamin hak-hak masyarakat kecil dan tidak membuat rakyat merasa ditinggalkan. Kita juga harus terus melawan segala bentuk intoleransi dan radikalisme yang dapat merusak harmoni kehidupan berbangsa dan bernegara," imbuhnya.
Menurut Ali, kekuatan Pancasila telah terbukti mampu menjaga persatuan Indonesia yang memiliki keragaman suku, budaya, bahasa, dan wilayah yang tersebar di lebih dari 17 ribu pulau. Karena itu, Pancasila tidak hanya menjadi simbol negara, tetapi telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari identitas bangsa Indonesia.
Ia menambahkan bahwa nilai-nilai Pancasila juga tercermin dalam kemampuan Indonesia menjaga hubungan diplomatik dan berperan aktif dalam menghadapi berbagai tantangan global maupun konflik internasional.
Pada bagian akhir sambutannya, Ali mengajak seluruh aparatur sipil negara di lingkungan Pemerintah Kota Jakarta Selatan untuk terus mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat.
"Jangan biarkan nilai-nilai luhur Pancasila hanya menjadi hiasan di dinding kantor atau sekadar teks dalam buku sejarah. Nilai-nilai tersebut harus dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari," tandasnya.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media