Internasional . 02/06/2026, 10:26 WIB

Ketegangan Memanas, Iran Serang Kapal AS-Israel dengan Rudal Jelajah

Penulis : Afdal Namakule  |  Editor : Afdal Namakule

fin.co.id - Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengklaim telah meluncurkan serangan rudal jelajah terhadap kapal Amerika Serikat-Israel MSC Sariska sebagai respons atas tindakan militer AS terhadap kapal Iran Lion Star di Teluk Oman.

Pernyataan tersebut disampaikan IRGC melalui kantor berita Tasnim. Menurut IRGC, serangan dilakukan setelah kapal Iran menjadi sasaran tindakan agresif militer Amerika Serikat.

"Menyusul serangan agresif Angkatan Darat AS terhadap kapal Iran, Lion Star, di Teluk Oman, sebagai balasannya, Angkatan Laut IRGC meluncurkan serangan rudal jelajah ke kapal AS-Israel MSC Sariska," kata IRGC seperti dikutip Tasnim.

Dalam laporan yang dikutip RIA Novosti dari Teheran, Selasa (2 Juni 2026), IRGC juga menegaskan bahwa setiap tindakan agresif AS di kawasan Selat Hormuz akan mendapat respons tegas dari pihak Iran.

Di sisi lain, Komando Pusat Amerika Serikat (Centcom) menyatakan dua rudal balistik Iran yang mengarah ke pasukan AS di Kuwait berhasil dicegat. Menurut Centcom, tidak ada personel Amerika yang mengalami cedera dalam insiden tersebut.

Sebelumnya, Kuwait melaporkan bahwa pasukannya menghadapi serangan rudal dan pesawat tanpa awak yang disebut bersifat "bermusuhan".

Di tengah meningkatnya ketegangan, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan pesan melalui Truth Social yang meminta para pengkritiknya untuk tetap tenang.

Ia mengatakan bahwa situasi pada akhirnya akan berjalan dengan baik dan menyebut Iran masih memiliki keinginan untuk mencapai kesepakatan dengan Amerika Serikat.

Trump menyatakan Iran "benar-benar ingin membuat kesepakatan, dan itu akan menjadi kesepakatan yang baik untuk AS".

Rangkaian serangan terbaru ini terjadi setelah upaya negosiasi untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama berbulan-bulan belum menghasilkan kemajuan berarti. Sejumlah media Amerika Serikat melaporkan bahwa Trump meminta perubahan terhadap sejumlah poin dalam rancangan kesepakatan yang sedang dibahas.

Perubahan tersebut disebut berkaitan dengan jalur pelayaran di Selat Hormuz dan pemindahan uranium yang diperkaya tinggi dari Iran. Namun, Gedung Putih belum memberikan komentar terkait laporan tersebut.

Sementara itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran menuding Amerika Serikat terus mengubah posisi dan mengajukan tuntutan baru maupun tuntutan yang saling bertentangan.

Menurutnya, kondisi tersebut secara alami akan memperpanjang proses negosiasi yang sedang berlangsung.

Kepala negosiator Iran juga menegaskan bahwa Teheran tidak akan menerima kesepakatan apa pun jika hak-hak Iran tidak dijamin sepenuhnya.

Pada akhir pekan lalu, militer AS mengumumkan telah melakukan apa yang disebut sebagai "serangan pertahanan diri" terhadap radar Iran dan fasilitas komando serta kendali drone di Goruk dan Pulau Qeshm yang berada di sekitar Selat Hormuz.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com