Megapolitan . 02/06/2026, 15:34 WIB

Korban Kebakaran Kemayoran Mulai Cari Sisa Harta di Tengah Puing, Anak-anak Kehilangan Barang Kesayangan

Penulis : Mihardi  |  Editor : Mihardi

fin.co.id – Sehari setelah kebakaran besar melanda kawasan padat penduduk di belakang Pasar Jiung, Kemayoran, Jakarta Pusat, warga mulai kembali mendatangi lokasi bekas rumah mereka yang kini tinggal puing dan abu.

Meski kobaran api telah padam, bekas-bekas kebakaran masih terlihat jelas. Tumpukan kayu yang hangus, lembaran seng yang melengkung akibat panas, hingga sisa bangunan yang runtuh masih mendominasi kawasan tersebut.

Pantauan di lokasi sekitar pukul 12.00 WIB menunjukkan sejumlah warga berupaya mencari barang-barang yang mungkin masih dapat diselamatkan. Dengan alat seadanya, mereka membongkar puing-puing, mengangkat potongan kayu dan seng, serta memilah barang yang tersisa di antara reruntuhan.

Beberapa warga tampak menemukan peralatan rumah tangga maupun dokumen penting yang masih bisa digunakan. Namun tidak sedikit pula yang harus menerima kenyataan pahit karena hampir seluruh harta benda mereka musnah terbakar.

Suasana haru juga terlihat ketika sejumlah anak ikut mencari barang-barang milik mereka. Salah seorang bocah terdengar menangis karena kehilangan sepatu bola kesayangannya yang hangus terbakar.

"Yah sepatu bola aku yang warna hijau udah hangus. Padahal baru beli. Belum dipakai," kata anak tersebut.

Selain mencari barang yang tersisa, sebagian warga mulai membersihkan area bekas kebakaran. Material yang masih bisa dimanfaatkan kembali dipisahkan, sementara puing-puing lainnya dikumpulkan untuk mempermudah proses pembersihan lingkungan.

Di tengah kondisi yang masih memprihatinkan, warga berusaha bangkit dan menata kembali kehidupan mereka. Setelah kehilangan tempat tinggal dan harta benda, mereka kini menghadapi tantangan baru untuk memulai semuanya dari awal.

Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menduga kebakaran yang terjadi di RW 04 Kelurahan Kebon Kosong dipicu oleh korsleting listrik. Dugaan tersebut disampaikan saat meninjau lokasi pengungsian korban kebakaran di Lapangan Yusuf Hamka, Selasa, 2 Juni 2026.

"Analisa kita, kebakaran di Jakarta 95 persen diakibatkan karena korsleting," ungkap Rano di lokasi.

Menurutnya, salah satu persoalan yang masih sering ditemukan di kawasan permukiman padat adalah instalasi listrik yang tidak memadai. Penggunaan stopkontak secara berlebihan dinilai menjadi salah satu pemicu terjadinya korsleting.

"Kadang-kadang dalam rumah seperti ini ada satu stopkontak dicolok 10 charger HP, kemudian buat segala macam, akibatnya inilah terjadi panas. Nah itu realita yang kitadapatkan," ungkapnya.

Kebakaran yang terjadi pada Senin malam, 1 Juni 2026, sekitar pukul 21.00 WIB itu berdampak cukup luas. Berdasarkan data sementara, sebanyak 304 bangunan terdampak dengan total 354 kepala keluarga atau sekitar 679 jiwa menjadi korban.

Pemprov DKI Jakarta telah menyalurkan bantuan kebutuhan dasar bagi warga terdampak. Bantuan berupa paket sandang dan pangan diserahkan kepada para penyintas yang kini masih berada di lokasi pengungsian.

"Kami turut menyalurkan paket sandang pangan natura (non-tunai) bagi masyarakat terdampak," ujarnya.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com