Internasional . 02/06/2026, 16:13 WIB

Timur Tengah Kembali Memanas! Iran Hentikan Negosiasi dengan AS, Trump: Saya Tidak Peduli!

Penulis : Derry Sutardi  |  Editor : Derry Sutardi

fin.co.d - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan tidak terlalu mempedulikan jika Iran memutuskan menghentikan negosiasi tidak langsung dengan Washington.

Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat.

Dalam wawancara dengan NBC News pada Senin (1/6/2026), Trump mengatakan bahwa dirinya justru menilai terlalu banyak pembicaraan telah dilakukan selama proses negosiasi berlangsung. Menurutnya, sikap diam bisa menjadi pilihan yang lebih baik dalam situasi saat ini.

"Saya pikir kami sudah terlalu banyak bicara. Saya pikir diam akan sangat baik," ujar Trump.

Meski demikian, Trump menegaskan bahwa penghentian komunikasi oleh Iran tidak otomatis berarti konflik militer akan kembali pecah dalam waktu dekat.

Namun, pemerintah AS tetap mempertahankan kebijakan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran yang selama ini menjadi salah satu tekanan ekonomi terbesar bagi Teheran.

Trump bahkan mengatakan bahwa Amerika Serikat siap menunggu selama apa pun yang diinginkan Iran. Menurutnya, dampak blokade tersebut jauh lebih merugikan Iran dibandingkan Amerika Serikat.

Pernyataan Trump muncul setelah kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim, melaporkan bahwa Teheran menghentikan pembicaraan damai melalui mediator internasional.

Langkah tersebut disebut sebagai bentuk protes atas operasi militer Israel di Libanon yang hingga kini masih menjadi sumber ketegangan regional.

Dalam laporannya, Tasnim menyebut tim negosiasi Iran akan menghentikan seluruh pembicaraan dan pertukaran dokumen melalui mediator sampai tuntutan mereka terkait situasi di Gaza dan Libanon dipenuhi.

Situasi di Timur Tengah sendiri masih belum sepenuhnya stabil. Ketegangan meningkat sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari 2026.

Sebagai balasan, Teheran melakukan serangan ke sejumlah target yang terkait dengan Israel dan sekutu AS di kawasan Teluk serta mengambil langkah strategis dengan menutup Selat Hormuz.

Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran penting bagi distribusi minyak dunia. Karena itu, setiap gangguan di wilayah tersebut berpotensi memengaruhi pasar energi global dan memicu kenaikan harga minyak internasional.

Meski sempat tercapai gencatan senjata pada 8 April melalui mediasi Pakistan, upaya perdamaian belum menghasilkan kesepakatan permanen.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com