Nasional . 04/06/2026, 20:54 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
fin.co.id - Presiden Prabowo Subianto meminta seluruh dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Indonesia untuk tidak lagi menyajikan telur dadar sebagai menu bagi para penerima manfaat.
Menurut Prabowo, telur dadar berpotensi memiliki kandungan gizi yang lebih rendah apabila dalam proses pembuatannya dicampur terlalu banyak bahan tambahan seperti tepung.
Arahan tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri acara Building Indonesia's Future Generations Through Nutrition yang digelar di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, pada Rabu (3/6/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri lebih dari 12 ribu peserta yang terdiri atas Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG), koordinator wilayah dan regional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), kepala SPPG, hingga para mitra pelaksana Program Makan Bergizi Gratis dari berbagai daerah di Indonesia.
Dalam arahannya, Prabowo secara khusus menyoroti penyajian telur dalam menu MBG. Ia meminta agar setiap penerima manfaat mendapatkan telur utuh sehingga nilai gizinya dapat dipastikan sesuai dengan standar yang ditetapkan pemerintah.
"Mitra-mitra, yang kedua, telur jangan bikin dadar," ujar Prabowo di hadapan para peserta.
Menurut Presiden, pengalaman di masyarakat menunjukkan bahwa telur dadar sering kali dicampur dengan berbagai bahan tambahan yang menyebabkan porsi telur menjadi lebih sedikit dibanding bahan lainnya.
"Saya sudah lama jadi orang Indonesia. Kalau telur dadar, nanti dicampur macam-macam itu. Tepungnya lebih banyak dari telurnya," kata Prabowo yang disambut perhatian para peserta.
Untuk menjaga kualitas gizi dalam Program Makan Bergizi Gratis, Prabowo menyarankan agar dapur MBG lebih mengutamakan penyajian telur rebus atau telur ceplok.
Menurutnya, kedua jenis penyajian tersebut lebih mudah diawasi karena memastikan setiap anak atau penerima manfaat benar-benar mendapatkan satu butir telur secara utuh.
Prabowo juga mengingatkan agar tidak terjadi pengurangan porsi protein yang menjadi salah satu komponen penting dalam menu MBG. Oleh karena itu, ia meminta seluruh mitra pelaksana menjaga standar kualitas makanan yang disajikan.
Selain telur dadar, Prabowo juga menyinggung menu telur orak-arik yang menurutnya berpotensi menimbulkan persoalan serupa jika tidak diawasi dengan baik.
Dengan penyajian telur utuh, pemerintah berharap kandungan protein yang diterima anak-anak dapat lebih terukur dan sesuai dengan kebutuhan gizi harian.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media