Internasional . 04/06/2026, 19:34 WIB
Penulis : Esnoe Faqih Wardhana | Editor : Esnoe Faqih Wardhana
“Penurunan jumlah penduduk ini dapat mengancam keberlanjutan sistem kesejahteraan pensiun dan layanan kesehatan. Dari sisi geopolitik, Jepang mungkin bergantung pada aliansi internasional dan otomatisasi untuk tetap kompetitif,” kata Prof Ronny memproyeksikan masa depan.
Prof Ronny menilai pemerintah Jepang kini menghadapi pilihan dilematis yang tidak mudah untuk mereka eksekusi. Kebijakan imigrasi memang bisa menjadi solusi instan untuk mengisi kekosongan tenaga kerja secara cepat, namun langkah ini masih membentur dinding resistensi budaya dan politik lokal yang kuat.
Di sisi lain, reformasi internal—seperti pembenahan budaya kerja korporat dan pemberian dukungan penuh terhadap kesejahteraan keluarga—memang jauh lebih sesuai dengan nilai-nilai lokal, tetapi hasilnya baru bisa terlihat dalam jangka waktu yang sangat panjang.
Menurut pandangan Prof Ronny, skenario paling realistis yang bisa menyelamatkan Jepang adalah menggabungkan kedua strategi tersebut. Caranya dengan melonggarkan aturan imigrasi secara bertahap, memperbaiki budaya kerja yang melelahkan, dan terus menaikkan tunjangan kesejahteraan keluarga.
“Jadi, budaya di Jepang belum sepenuhnya siap menerima imigrasi dalam jumlah besar. Tekanan demografi dan ekonomi dapat mendorong Jepang menjadi lebih pragmatis, meski dengan batasan yang ketat. Perubahan mungkin akan terjadi, meskipun perlahan,” tutur Prof Ronny.
Untuk masa depan, Jepang diperkirakan akan semakin mengandalkan teknologi robotika, kecerdasan buatan (AI), serta otomatisasi tingkat tinggi demi menjaga produktivitas ekonomi di tengah kelangkaan manusia. Namun demikian, Prof Ronny menegaskan bahwa kecanggihan teknologi saja tidak akan pernah cukup untuk menyelesaikan masalah mendasar ini.
“Penurunan populasi di Jepang menjadi tantangan besar yang perlu mendapat perhatian serius. Reformasi internal untuk keberlanjutan dan kebijakan imigrasi terukur untuk tenaga kerja menjadi kombinasi yang diperlukan,” tutupnya.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media