Internasional . 08/06/2026, 13:04 WIB
Penulis : Esnoe Faqih Wardhana | Editor : Esnoe Faqih Wardhana
fin.co.id — Gempa bumi dahsyat telah mengguncang Filipina, menghancurkan bangunan dan memicu peringatan tsunami di seluruh Asia. Berdasar laporan resmi dari Survei Geologi Amerika Serikat, gempa magnitudo 7,8 tersebut terjadi di lepas pantai selatan pulau Mindanao.
Guncangan hebat ini melanda kawasan tersebut sesaat sebelum pukul 07.40 pagi waktu setempat, pada Senin, 8 Juni 2026.
Setelah guncangan utama yang sangat kuat itu, Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina (PHIVOLCS) melaporkan bahwa gempa susulan terus terjadi selama lebih dari satu jam.
Hingga saat ini, pihak berwenang masih belum dapat memastikan jumlah total potensi korban jiwa akibat bencana besar ini.
Dampak kerusakan dari bencana alam ini langsung beredar luas di jagat maya. Video yang warga unggah di saluran media sosial resmi menunjukkan sebuah bangunan tiga lantai yang menampung restoran Jollibee runtuh dalam awan puing dan debu di Kota General Santos, Mindanao. Kejadian ekstrem tersebut tentu saja mengejutkan para penonton yang berada di sekitar lokasi.
Gambar-gambar lain dari tempat kejadian juga memperlihatkan kerusakan luas pada berbagai infrastruktur bangunan, termasuk jendela-jendela yang pecah berantakan dan atap yang ambruk ke tanah.
Otoritas seismologi Filipina menjelaskan bahwa Kota General Santos, yang terletak di wilayah selatan Soccsksargen, mengalami gempa bumi dengan kekuatan 7 dari 10. Nilai tersebut masuk ke dalam kategori "sangat kuat" pada skala intensitas internal mereka.
Seorang biarawati Katolik yang bekerja untuk Universitas Notre Dame of Dadiangas di General Santos, Mary Ann Blanco Rhudy, menceritakan detik-detik mencekam saat bumi bergoyang. Ia sedang dalam perjalanan menuju kampus ketika gempa bumi tektonik itu mendadak terjadi.
“Mobil-mobil di jalan bergerak tidak menentu. Saya beruntung mereka tidak saling bertabrakan,” katanya kepada Al Jazeera.
“Pohon-pohon di pinggir jalan juga bergoyang hebat.”
Rhudy juga menambahkan bahwa beberapa fasilitas bangunan di dalam kampus tempatnya bekerja ikut runtuh sebagian akibat tidak kuat menahan besarnya getaran.
Merespons bencana berskala besar yang melanda wilayahnya, pemerintah bergerak cepat untuk mengoordinasikan pertolongan. Presiden Filipina Ferdinand Marcos mengatakan pada Senin pagi bahwa pihaknya telah mengaktifkan badan-badan darurat nasional.
Otoritas terkait yang langsung turun tangan menangani dampak bencana ini antara lain Kantor Pertahanan Sipil serta Dewan Nasional Pengurangan Risiko Bencana dan Manajemen. Mereka kini fokus melakukan penanganan darurat dan memeriksa area pesisir terkait adanya ancaman gelombang tsunami.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media