Megapolitan . 09/06/2026, 15:46 WIB

Harga Ayam di Pasar Senen Naik, Pedagang Keluhkan Omzet Merosot

Penulis : Mihardi  |  Editor : Mihardi

fin.co.id - Kenaikan harga daging ayam yang terjadi di Pasar Senen, Jakarta Pusat dalam beberapa pekan terakhir mulai dirasakan dampaknya oleh para pedagang. Selain membuat daya beli masyarakat menurun, kondisi tersebut juga menyebabkan omzet penjualan ikut tergerus karena konsumen cenderung mengurangi jumlah pembelian.

Salah seorang pedagang ayam potong di Pasar Senen, Suparna (45), mengaku mengalami penurunan penjualan yang cukup signifikan selama sebulan terakhir. Saat ditemui di lapaknya, Selasa, 9 Juni 2026, ia mengeluhkan kondisi pasar yang semakin sepi pembeli. Hingga menjelang siang, masih banyak stok ayam yang belum terjual.

"Bener sepi. Pingin ngejerit kalau dirasa mah. Tapi percuma juga nggak ada yang denger," keluh Suparna.

Menurut Suparna, kenaikan harga ayam diduga berkaitan dengan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Pada Selasa, 9 Juni 2026 pukul 14.31 WIB, nilai tukar rupiah tercatat mencapai Rp18.168 per dolar AS.

Ia menjelaskan, harga ayam pada hari itu kembali mengalami kenaikan sekitar Rp2.000 per kilogram. Sementara untuk harga per ekor, kenaikannya mencapai sekitar Rp5.000 dibandingkan sebelumnya.

Meskipun nominal kenaikannya tidak terlalu besar, Suparna menilai kondisi tersebut cukup memberatkan bagi pedagang kecil yang bergantung pada perputaran penjualan harian.

"Dari sebulan kemarin yang bikin lonjak-lonjak terus harganya. Bukan kerasa lagi. Berat," ucapnya.

Keluhan serupa juga disampaikan pedagang ayam lainnya, Tin (49). Namun menurutnya, menurunnya omzet tidak semata-mata disebabkan oleh kenaikan harga ayam di pasaran.

Ia menilai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) turut memengaruhi tingkat penjualan para pedagang ayam. Sejak program tersebut diterapkan di sejumlah sekolah, permintaan dari kantin sekolah yang selama ini menjadi pelanggan tetap mengalami penurunan drastis.

Tin mengungkapkan bahwa omzet usahanya bahkan turun hingga 50 persen sejak program MBG berjalan. Banyak kantin sekolah yang sebelumnya rutin membeli ayam potong kini tidak lagi melakukan pemesanan karena aktivitas usahanya berkurang atau bahkan berhenti beroperasi.

"Biasanya kan sehari ada yang 5 kilo, 4 kilo itu satu, satu orang. Sekarang berapa kantin sekolahan, sudah sekarang sudah nutup kan sudah nggak bisa jualan," pungkasnya.

Para pedagang berharap kondisi pasar dapat kembali membaik sehingga daya beli masyarakat meningkat dan penjualan ayam potong kembali stabil. Mereka juga berharap harga komoditas pangan tidak terus mengalami kenaikan agar aktivitas perdagangan di pasar tradisional tetap berjalan normal.

Cahyono/Disway 

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com