Megapolitan . 10/06/2026, 10:59 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengajak masyarakat untuk lebih memanfaatkan transportasi umum menyusul kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi jenis Pertamax dan Pertamax Green.
Menurut Pramono, saat ini jaringan transportasi publik di Jakarta sudah semakin terintegrasi. Konektivitas layanan mulai dari Transjakarta, MRT, LRT hingga KRL disebut telah mencapai 93 persen, sehingga memudahkan mobilitas warga ke berbagai wilayah di Ibu Kota.
Dengan kondisi tersebut, ia menilai kenaikan harga BBM dapat menjadi momentum untuk mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
"Saya akan secara sungguh-sungguh campaign untuk naik transportasi umum. Dengan kenaikan BBM ini maka peluang orang untuk naik transportasi umum juga makin besar," kata Pramono di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu, 10 Juni 2026.
Meski fasilitas transportasi publik terus berkembang, Pramono mengaku tingkat penggunaan angkutan umum di Jakarta masih relatif rendah. Saat ini, jumlah pengguna transportasi umum baru berada di kisaran 30 persen dari total mobilitas masyarakat.
Untuk meningkatkan minat warga, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah memberikan berbagai insentif, termasuk kebijakan tarif gratis bagi 15 kelompok masyarakat tertentu.
"Prinsipnya pasti saya mempertimbangkan dengan sungguh-sungguh tidak membuat orang kemudian beralih ke transportasi umum," pungkasnya.
Sementara itu, PT Pertamina Patra Niaga resmi menyesuaikan harga BBM non-subsidi untuk produk Pertamax dan Pertamax Green setelah berkoordinasi dengan pemerintah sebagai regulator.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menjelaskan bahwa penyesuaian harga dilakukan berdasarkan evaluasi berkala yang memperhatikan perkembangan harga minyak dunia.
Menurutnya, langkah tersebut diambil untuk menjaga keseimbangan antara keberlanjutan bisnis, kualitas pelayanan, dan kepastian pasokan energi bagi masyarakat.
"Penyesuaian harga Pertamax dan Pertamax Green dilakukan setelah melalui proses evaluasi sesuai formula harga yang ditetapkan pemerintah," ujar Roberth dalam keterangannya.
Berdasarkan penyesuaian terbaru yang berlaku mulai 10 Juni 2026, harga Pertamax (RON 92) naik dari Rp12.300 per liter menjadi Rp16.250 per liter. Sementara Pertamax Green 95 (RON 95) mengalami kenaikan dari Rp12.900 per liter menjadi Rp17.000 per liter.
Cahyono/Disway
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media