Nasional . 10/06/2026, 21:38 WIB

Dudung Bantah Miliki Dapur MBG, Sebut Hanya Fasilitasi Pesantren ke BGN

Penulis : Mihardi  |  Editor : Mihardi

fin.co.id – Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman membantah isu yang menyebut dirinya memiliki dapur dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui Badan Gizi Nasional (BGN). Ia menegaskan tidak memiliki keterlibatan sebagai pemilik dapur MBG dan mempersilakan publik untuk memeriksa kebenaran informasi tersebut.

"Kalau Pak Dudung punya dapur, silakan cek, saya kasih hadiah nanti. Jadi enggak ada sama sekali saya punya dapur," kata Dudung di Kantor Staf Presiden, Rabu, 10 Juni 2026.

Dudung menjelaskan, perannya hanya sebatas membantu mempertemukan sejumlah pengurus pesantren dengan Kepala BGN Dadan Hindayana. Menurutnya, hal itu dilakukan karena beberapa pesantren yang dikenalnya ingin mengikuti program MBG.

"Satu hal saya ingin menyampaikan klarifikasi, ada berita Pak Dudung katanya punya titik melalui Pak Dadan. Saya informasikan, beberapa bulan yang lalu saya kan dekat dengan pesantren," jelasnya.

Mantan Kepala Staf Angkatan Darat itu mengatakan beberapa pengelola pesantren, termasuk Abah Junaidi dan Ustaz Iskandar, pernah menyampaikan kesiapan lembaga mereka untuk menjadi lokasi penerima manfaat program MBG. Dengan jumlah santri yang mencapai ribuan orang, pesantren tersebut dinilai memenuhi kriteria untuk pembangunan dapur program.

"Mereka menyampaikan kepada saya bahwa ada program memang pesantren sebagai sasaran penerima manfaat. Karena di pesantren itu ada santrinya empat ribu, ada yang lima ribu, sehingga bisa ditetapkan sebagai titik untuk dapurnya," ujarnya.

Atas permintaan tersebut, Dudung kemudian mengenalkan pihak pesantren kepada Kepala BGN agar proses koordinasi dan administrasi dapat ditindaklanjuti secara langsung oleh instansi terkait.

"Nah kemudian minta dikenalkan dengan Pak Dadan. Saya sampaikan ke Pak Dadan ini ada pesantren yang sudah siap, sudah ditentukan, secara administrasi sudah siap. Nah, realisasinya tidak ada," kata dia.

Ia menegaskan tidak lagi terlibat setelah mempertemukan kedua pihak. Seluruh komunikasi dan tindak lanjut selanjutnya dilakukan langsung antara pengurus pesantren dan BGN melalui staf yang ditunjuk.

"Silakan Pak nanti hubungi Pak Arif Nurahman, staf saya. Akhirnya silakan mereka berhubungan. Mereka berhubungan, saya sudah tidak mengerti apa-apa," tuturnya.

Dudung mengaku sempat menanyakan perkembangan usulan tersebut kepada Dadan Hindayana saat berkunjung ke kantornya beberapa waktu lalu. Dari penjelasan yang diterimanya, proses pembangunan dapur di pesantren yang dimaksud bahkan belum berjalan.

"Waktu Pak Dadan ke sini beberapa minggu yang lalu, saya tanya Pak Dadan gimana itu? Rupanya sampai sekarang prosesnya pun belum selesai, bangunnya dapurnya pun belum terbangun," ujarnya.

Menurut Dudung, anggapan bahwa dirinya memiliki dapur MBG kemungkinan muncul karena ia menjadi pihak yang memperkenalkan pengurus pesantren kepada Kepala BGN.

"Cuma karena saya yang minta tolong kepada Pak Dadan itulah yang kemudian akhirnya bunyi seakan-akan Pak Dudung punya dapur," katanya.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com