Megapolitan . 10/06/2026, 21:46 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi memicu keluhan dari masyarakat, termasuk para pengemudi ojek online (ojol) yang merasakan langsung dampaknya terhadap biaya operasional harian.
PT Pertamina Patra Niaga resmi memberlakukan penyesuaian harga BBM pada Rabu, 10 Juni 2026. Kenaikan tersebut mencapai sekitar Rp4.000 per liter dan mulai berlaku pada dini hari.
Berdasarkan penyesuaian terbaru, harga Pertamax (RON 92) naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter. Sementara Pertamax Green (RON 95) mengalami kenaikan dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.
Pantauan di sejumlah SPBU di Jakarta serta stasiun pengisian VIVO di Kota Depok menunjukkan banyak pengguna kendaraan kini lebih memilih membeli Pertalite dibandingkan Pertamax. Adapun di SPBU VIVO, aktivitas pengisian BBM terpantau tidak terlalu ramai.
Salah seorang pengemudi ojol bernama Ridho mengaku kecewa dengan kebijakan kenaikan harga BBM tersebut. Menurutnya, kondisi ekonomi yang semakin berat membuat para pengemudi harus memutar otak untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Ia menilai situasi semakin sulit karena di saat biaya operasional meningkat, aplikasi transportasi juga menawarkan berbagai program promo yang berdampak pada besaran pendapatan mitra pengemudi.
Ridho mencontohkan layanan bertajuk HEMAT yang membuat penghasilannya berkurang meski jumlah order yang diterima cukup banyak. Dalam sehari, dari 10 perjalanan yang diselesaikan, keuntungan bersih yang dibawanya pulang dinilai sangat minim.
"Kesel si, masa iya saya pas pulang kerumah cuman bawa Rp15 ribu dengan potongan yang diberikan dari Gojek. Nyari tambahan dari mana lagi coba," ungkap Ridho saat ditemui di lokasi, Rabu, 10 Juni 2026.
Sebelum harga BBM naik, Ridho mengaku rutin menggunakan Pertamax karena dianggap lebih baik untuk performa kendaraan. Namun kini ia terpaksa beralih ke Pertalite demi menekan pengeluaran harian.
"Sebelum naik, saya make pertamax karena enak buat tarikannya. Tapi, sekarang udah pindah ke pertalite. Ya karena itu, orderan yang masuk dari promo tersebut 10, kita dari ojol hanya dapat Rp70 ribu, belum lagi ada potongan dari Gojek Rp20 ribu, belum juga makan, ngopi, ngeroko. Mangkanya saya pindah," papar dia.
Kenaikan harga BBM nonsubsidi diperkirakan tidak hanya berdampak pada pengemudi transportasi daring, tetapi juga berpotensi memengaruhi berbagai sektor lain yang bergantung pada penggunaan bahan bakar setiap hari.
Di tengah meningkatnya biaya operasional dan persaingan yang semakin ketat, para pengemudi berharap ada langkah yang dapat membantu meringankan beban mereka, baik melalui kebijakan energi maupun perbaikan skema kemitraan dari perusahaan aplikasi.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media