Nasional . 10/06/2026, 16:45 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto meninjau langsung program bantuan sosial bedah rumah di Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Rabu, 10 Juni 2026.
Program tersebut menarik perhatian karena menggunakan material hasil produksi warga binaan pemasyarakatan (WBP) dari Lapas Tangerang dan melibatkan narapidana Lapas Warungkiara dalam proses pembangunannya.
Setibanya di lokasi, Agus langsung melihat kondisi dua rumah yang telah selesai direnovasi. Ia meninjau berbagai bagian rumah mulai dari ruang tamu, kamar tidur, dapur hingga kamar mandi yang kini telah dilengkapi sejumlah perabot dasar seperti kursi, meja, kasur, dan lemari.
Saat berdialog dengan jajaran lapas, Agus memastikan para warga binaan yang terlibat dalam pembangunan rumah memperoleh hak mereka.
"Pak Kalapas, pembangunan ini melibatkan warga binaan. Mereka mendapat premi, kan?" tanya Agus.
Kalapas Warungkiara, Panji Pamekas, memastikan para narapidana yang terlibat memang mendapatkan premi atas pekerjaan yang mereka lakukan.
Menurut Agus, program bedah rumah tersebut merupakan tindak lanjut dari pemanfaatan hasil panen raya yang sebelumnya dilaksanakan di Lapas Cirebon pada Januari lalu. Dana yang terkumpul kemudian diarahkan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, terutama mereka yang tinggal di rumah tidak layak huni.
"Saya sampaikan kepada Pak Dirjen, hasil panen ini harus bisa memberi manfaat bagi masyarakat. Kalau ada kebutuhan air bersih atau rumah yang perlu diperbaiki, kita bantu," ujar Agus.
Ia mengapresiasi kecepatan pembangunan yang dinilai sangat efektif. Dengan dukungan material produksi lapas dan keterlibatan warga binaan, proses pembangunan lima unit rumah dapat diselesaikan dalam waktu kurang dari tiga pekan.
"Dalam waktu 19 hari, lima unit rumah sudah selesai. Ini menunjukkan bahwa dengan biaya yang relatif terjangkau dan pemanfaatan sumber daya yang ada, kita bisa menghadirkan hunian yang layak bagi masyarakat," katanya.
Agus berharap program serupa dapat terus dikembangkan sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus sarana pembinaan produktif bagi warga binaan agar memiliki keterampilan yang bermanfaat saat kembali ke masyarakat.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media