Megapolitan . 10/06/2026, 13:57 WIB

Pertamax Naik Rp4.000, Antrean Pertalite Mengular di SPBU Jakarta

Penulis : Mihardi  |  Editor : Mihardi

fin.co.id - Kenaikan harga BBM non-subsidi jenis Pertamax membuat antrean pengisian Pertalite di sejumlah SPBU Jakarta meningkat tajam. Kondisi tersebut terlihat di SPBU Pertamina Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat, Rabu, 10 Juni 2026.

Berdasarkan pantauan di lokasi, antrean kendaraan roda dua yang hendak mengisi Pertalite memanjang hingga mendekati badan jalan. Sebaliknya, jalur pengisian Pertamax terlihat lebih lengang dengan hanya beberapa kendaraan yang mengantre.

Lonjakan peminat Pertalite diduga dipicu oleh kenaikan harga Pertamax yang mencapai sekitar Rp4.000 per liter. Selisih harga yang semakin lebar membuat sebagian pengguna kendaraan memilih beralih ke bahan bakar bersubsidi tersebut demi menghemat pengeluaran.

Salah seorang pengemudi ojek online, Ahmad (40), mengaku harus menunggu sekitar 15 menit untuk mendapatkan giliran mengisi Pertalite.

"Antre tadi 15 menitan. Gak apa-apalah lama dikit, cari yang murah aja," kata Ahmad saat ditemui di SPBU Pertamina Cikini.

Ia mengungkapkan, sebelum terjadi penyesuaian harga, dirinya rutin menggunakan Pertamax karena dinilai mampu menjaga performa mesin motor tetap halus dan lebih irit dalam penggunaan.

Namun setelah harga Pertamax melonjak, Ahmad memutuskan beralih ke Pertalite agar biaya operasional hariannya tidak semakin membengkak.

Sebelumnya, ia mengaku cukup mengeluarkan sekitar Rp30 ribu per hari untuk mengisi bahan bakar. Kini, jika tetap menggunakan Pertamax, biaya tersebut diperkirakan meningkat cukup signifikan.

"Dulu bedanya cuma dua ribuan Pertamax sama Pertalite, sekarang bedanya lebih 6 ribu. Bisa ngisi seliter setengah kalo pake pertalite. Kalo tetep pake Pertamax paling gak keluar Rp40 ribuan sekarang biar fulteng," ujarnya.

Sebagai pengemudi ojek online, Ahmad kini menerapkan sejumlah strategi agar konsumsi bahan bakar lebih hemat. Salah satunya dengan mengurangi perjalanan tanpa penumpang setelah menyelesaikan order.

Selain itu, ia juga lebih selektif menerima pesanan, terutama yang melewati kawasan dengan tingkat kemacetan tinggi.

"Kita pilih-pilih aja. Kalau orderannya jauh terus macet kita tolak," pungkasnya.

Sebelumnya, PT Pertamina Patra Niaga resmi menyesuaikan harga BBM non-subsidi untuk produk Pertamax dan Pertamax Green setelah berkoordinasi dengan pemerintah.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menjelaskan bahwa kebijakan tersebut dilakukan melalui mekanisme evaluasi berkala yang mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia.

"Penyesuaian harga Pertamax dan Pertamax Green dilakukan setelah melalui proses evaluasi sesuai formula harga yang ditetapkan pemerintah," kata Roberth dalam keterangannya.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com