Ia menilai keunggulan utama Corridor Gate terletak pada kecepatan proses pemeriksaan. Jika auto gate yang selama ini digunakan di bandara internasional memiliki waktu layanan maksimal sekitar 15 detik per orang, teknologi seamless mampu memangkas waktu pemeriksaan menjadi hanya tiga hingga lima detik.
"Artinya prosesnya bisa lebih dari tiga kali lebih cepat dibandingkan auto gate. Ini sangat membantu dalam mengurai antrean, terutama saat kedatangan jemaah haji dalam jumlah besar," ujar Jerry.
Ke depan, pihak Imigrasi Soekarno-Hatta akan terus melakukan evaluasi terhadap kasus-kasus yang masih memerlukan pemeriksaan manual guna meningkatkan tingkat keberhasilan penggunaan sistem.
Selain melayani jemaah haji, teknologi Corridor Gate juga berpotensi diperluas penggunaannya untuk jemaah umrah maupun penumpang internasional lainnya.
"Saat ini masih kami fokuskan untuk jemaah haji. Namun tidak menutup kemungkinan nantinya dapat diterapkan untuk umrah maupun penumpang lainnya. Jika memang dibutuhkan, penambahan unit Corridor Gate juga akan kami usulkan kepada Direktorat Jenderal Imigrasi," kata Galih.
Candra Pratama/Disway