fin.co.id - Dinamika politik di Kota Cilegon kembali menjadi sorotan. Dua mantan elite Partai Golkar, Isro Miraj dan Tohir AS, kini menempati posisi strategis di dua partai politik berbasis Islam yang berbeda.
Isro Miraj resmi memperoleh Surat Keputusan (SK) sebagai Ketua Definitif DPC PKB Kota Cilegon, sementara Tohir AS terpilih sebagai Ketua Formatur dalam Musyawarah Cabang (Muscab) V DPC PPP Kota Cilegon.
Sekretaris DPW PPP Provinsi Banten, Uhen Zuhaeni menjelaskan, terpilihnya Tohir sebagai formatur merupakan langkah penting menuju kursi ketua definitif.
"Kalau sudah menjadi formatur itu sudah langkah yang maju dan tepat. Tinggal nantinya menunggu hasil rapat formatur bagaimana," jelasnya, Minggu, 14 Juni 2026.
Menurut Uhen, Tohir sebelumnya telah ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPC PPP Kota Cilegon menggantikan Sahruji. Pergantian tersebut dilakukan karena Sahruji dinilai tidak menjalankan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) serta Peraturan Organisasi PPP.
"Tohir secara kebetulan ditunjuk sebagai Plt DPC PPP Kota Cilegon menggantikan Sahruji. Sahruji dari awal berseberangan dengan kami, calon ketua berbeda dan tidak mengakui Ketum Mardiono sebagai ketua yang sah secara undang-undang dan juga Kemenkum. Lalu tidak menjalankan amanah Muswil yakni tiga bulan setelahnya melakukan Muscab malah menggelar Mukercab. Itu jadi dasar kami melakukan Plt beliau," tuturnya.
Tohir mengungkapkan dalam waktu dekat pihaknya akan menggelar rapat formatur guna menentukan calon ketua yang nantinya diajukan ke tingkat DPW dan DPP.
"Saya menambahkan apa yang disampaikan Pak Sekretaris Wilayah PPP, terkait dengan program dan selanjutnya saya akan melakukan rapat dengan para formatur, waktunya akan dimusyawarahkan," katanya.
Ia menegaskan apabila dipercaya memimpin PPP Kota Cilegon, langkah pertama yang akan dilakukan adalah konsolidasi internal hingga ke tingkat ranting, termasuk evaluasi terhadap kepengurusan di tingkat PAC.
Meski terjadi perbedaan sikap politik, Tohir memastikan hubungannya dengan Sahruji tetap terjalin baik.
"Sahruji bukan teman tapi sahabat, saudara saya sendiri sejak kepala desa sampai di dewan, ketua Kadin dan memimpin PPP Cilegon dengan sukses. Sampai sekarang masih bersilaturahmi dan itu tidak putus," jelasnya.
Di sisi lain, Isro Miraj yang sebelumnya menjabat Sekretaris DPD Golkar Kota Cilegon kini resmi memimpin DPC PKB Kota Cilegon. Penetapan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan DPP PKB Nomor 288X/SK/DPP/VI/2026 tentang Kepengurusan DPC PKB se-Provinsi Banten Masa Bakti 2026–2031.
Anggota DPRD Kota Cilegon, Ari Muhammad, mengatakan pihaknya segera menyusun kepengurusan baru bersama ketua terpilih.
“Kemarin kita sempat koordinasi dengan ketua terpilih. Dalam waktu dekat akan menggodok Pengurus DPC PKB dan akan mengkolaborasikan antara pengurus lama dan baru,” ujarnya.
Menurut Ari, tantangan terbesar kepengurusan baru PKB adalah meningkatkan perolehan kursi legislatif pada pemilu mendatang.