Internasional . 14/06/2026, 23:48 WIB
Penulis : Esnoe Faqih Wardhana | Editor : Esnoe Faqih Wardhana
fin.co.id — Pemerintah Iran menegaskan bahwa mereka masih membahas keputusan final mengenai nota kesepahaman atau memorandum kesepakatan damai dengan Amerika Serikat.
Menurut sumber yang memantau erat perkembangan diplomasi ini pada hari Minggu, Teheran tidak ingin terburu-buru mengambil langkah sebelum seluruh poin krusial rampung.
"Iran belum mengumumkan keputusan final mengenai memorandum kesepakatan yang diusulkan," kata sumber tersebut kepada kantor berita Fars, Minggu, 14 Juni 2026.
Sumber itu juga menambahkan bahwa pihak berwenang saat ini masih terus melangsungkan peninjauan mendalam, terutama yang menyangkut aspek politik, hukum, dan teknis dari proposal yang tersaji di meja perundingan.
Menurut laporan kantor berita Fars, perumusan draft perdamaian ini melibatkan banyak pihak. Berbagai poin dalam rancangan perjanjian tersebut saat ini sedang menjadi bahan diskusi serius, baik di tingkat para ahli maupun di kalangan pemegang kebijakan tertinggi Iran.
Sebelumnya, klaim sepihak sempat muncul dari pihak sekutu seberang. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menulis di platform Truth Social miliknya pada Sabtu, 13 Juni 2026, bahwa kedua belah pihak menjadwalkan penandatanganan kesepakatan tersebut pada hari Minggu ini.
Bukan cuma Trump, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, yang negaranya bertindak sebagai mediator utama antara Amerika Serikat dan Iran, juga sempat menyuarakan optimisme serupa. Sharif menyatakan bahwa kedua negara berpotensi merampungkan perjanjian damai bersejarah ini dalam kurun waktu 24 jam ke depan.
Namun, Teheran langsung meredam spekulasi tersebut. Pihak Iran menegaskan bahwa mereka tidak akan menandatangani perjanjian apa pun pada hari Minggu ini. Walau begitu, mereka memberikan sinyal positif bahwa proses penandatanganan kemungkinan besar dapat terlaksana dalam beberapa hari mendatang.
Proses negosiasi yang melibatkan Pakistan sebagai penengah ini sebenarnya mengusung misi besar demi meredakan tensi geopolitik. Setidaknya, ada tiga fokus utama dalam draf perjanjian tersebut:
Para pejabat Iran berulang kali menyatakan bahwa sebagian besar isi rancangan kesepakatan sebenarnya telah mendapat persetujuan dari kedua belah pihak.
Namun, di sisi lain, pihak Teheran juga melayangkan tuduhan bahwa Amerika Serikat sengaja memperlambat kemajuan perundingan melalui perubahan sikap serta pernyataan-pernyataan yang dinilai saling bertentangan di ruang publik.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media