Ekonomi . 14/06/2026, 23:58 WIB
Penulis : Esnoe Faqih Wardhana | Editor : Esnoe Faqih Wardhana
fin.co.id — Kabar baik berembus dari sektor perekonomian nasional di tengah dinamika global saat ini. Presiden Prabowo Subianto secara khusus menginstruksikan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus Kepala Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan Roeslani, untuk memaparkan berbagai data positif terkait perkembangan investasi di Indonesia secara terbuka kepada publik.
Arahan tegas ini keluar secara langsung saat Presiden Prabowo memanggil sejumlah anggota Kabinet Merah Putih ke rumah kediamannya di Kertanegara, Jakarta, pada Minggu malam.
Sebagaimana keterangan yang diterima, pertemuan penting tersebut turut dihadiri oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Kepala Badan Pengaturan BUMN Dony Oskaria, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa dalam agenda pertemuan tersebut, Presiden Prabowo menerima laporan komprehensif dari Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani mengenai hasil kunjungan kerjanya ke Amerika Serikat, serta sejumlah negara di kawasan Eropa dan Asia.
Berdasarkan laporan berkala itu, terdapat fakta dan data konkret yang menunjukkan bahwa tingkat kepercayaan dunia internasional terhadap iklim ekonomi Indonesia terus mengalami peningkatan yang signifikan.
Rasa percaya dari pasar global ini terlihat jelas dari melonjaknya minat para investor global, serta derasnya aliran modal asing yang masuk ke berbagai sektor strategis nasional kita.
“Laporan tersebut menunjukkan fakta dan data valid meningkatnya kepercayaan dunia internasional terhadap Indonesia, yang tercermin dari tingginya minat dan masuknya investasi ke berbagai sektor strategis nasional,” ujar Seskab Teddy.
Menindaklanjuti laporan menggembirakan tersebut, Presiden Prabowo menggarisbawahi betapa pentingnya penyampaian informasi yang transparan dan akuntabel kepada segenap lapisan masyarakat. Kepala Negara menilai publik tanah air berhak memperoleh gambaran yang utuh, riil, dan berbasis fakta mengenai kondisi investasi nasional serta proyeksi ekonomi Indonesia ke depan.
Oleh karena itu, Presiden menginginkan agar data-data pencapaian ini tidak sekadar menjadi konsumsi internal pemerintah, melainkan harus tersiar secara luas guna membangun optimisme publik.
“Presiden juga memerintahkan Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani agar data positif tersebut disampaikan kepada publik secara terbuka pada besok siang, Senin, 15 Juni 2026, di Istana Merdeka, sebagai bagian dari komitmen pemerintah untuk menghadirkan informasi yang utuh dan berbasis fakta kepada masyarakat,” ujar Seskab Teddy.
Langkah strategis ini menjadi bukti nyata komitmen kuat Presiden Prabowo dalam membangun tata kelola pemerintahan yang terbuka, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Selain itu, keterbukaan data ini diharapkan mampu mempertebal keyakinan masyarakat terhadap ketahanan ekonomi nasional serta prospek pertumbuhan investasi Indonesia di masa mendatang.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media