Megapolitan . 16/06/2026, 18:24 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Di tengah kenaikan harga minyak goreng di sejumlah daerah, ketersediaan minyak goreng rakyat Minyakita juga dilaporkan semakin sulit ditemukan di berbagai pasar tradisional di Indonesia.
Di saat yang sama, pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) memutuskan untuk tidak lagi menyalurkan Minyakita melalui program bantuan pangan. Kebijakan tersebut diambil dengan tujuan agar pasokan Minyakita dapat lebih difokuskan ke pasar rakyat sehingga masyarakat bisa memperolehnya melalui jalur distribusi reguler.
"Semua akan didistribusikan ke pasar rakyat," ucap Mendag Budi Santoso di Jakarta, Senin, 8 Juni 2026.
Menanggapi kebijakan tersebut, Ekonom sekaligus Dosen Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta, Achmad Nur Hidayat, menyoroti tingginya kebutuhan rumah tangga berpenghasilan rendah terhadap minyak goreng bersubsidi tersebut.
"Jika 132,8 juta liter MinyaKita dibutuhkan oleh penerima bantuan, maka pertanyaan kebijakannya adalah bagaimana negara menjamin pasokan sebesar itu tanpa merusak pasar," ucap Achmad ketika dihubungi Disway Group, Selasa, 16 Juni 2026.
Menurut Achmad, pencabutan Minyakita dari program bantuan pangan belum tentu menyelesaikan persoalan yang ada apabila akar masalah distribusi dan pasokan belum dibenahi secara menyeluruh.
"Barang mungkin lebih banyak masuk pasar, tetapi belum tentu terbeli oleh kelompok miskin dengan harga sesuai HET. Fakta di lapangan menunjukkan HET tidak selalu efektif. Ombudsman pada Mei 2026 menemukan MinyaKita sulit ditemukan di beberapa pasar di Jakarta," tutur Achmad.
Sebelumnya, hasil pemantauan Disway Group menunjukkan Minyakita masih banyak dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp15.700 per liter.
Kelangkaan pasokan di tingkat pasar membuat sejumlah pedagang terpaksa menyesuaikan harga jual. Di beberapa lokasi, harga Minyakita bahkan sudah menyentuh kisaran Rp20.000 per liter.
Kondisi tersebut juga diakui Firda, seorang pedagang di Pasar Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Ia mengatakan harga Minyakita saat ini terus meningkat karena pasokan barang yang sulit diperoleh.
"Ini seliter Rp 21.000 harga jualnya. Ini juga karena Minyakita lagi susah ini dapet barangnya," ucap Firda.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media