Tak Lagi Sekadar Penjara, Nusakambangan Kini Panen Pujian

news.fin.co.id - 21/06/2026, 16:34 WIB

Tak Lagi Sekadar Penjara, Nusakambangan Kini Panen Pujian

Selama puluhan tahun, Nusakambangan dikenal sebagai pulau lembaga pemasyarakatan dengan tingkat pengamanan tinggi.

fin.co.id - Selama puluhan tahun, Nusakambangan dikenal sebagai pulau lembaga pemasyarakatan dengan tingkat pengamanan tinggi. Namun, wajah pulau yang berada di pesisir selatan Jawa Tengah itu kini perlahan berubah.

Lahan-lahan yang sebelumnya terbengkalai mulai disulap menjadi kawasan produktif yang tidak hanya mendukung ketahanan pangan nasional, tetapi juga menjadi ruang pembinaan dan pemberdayaan bagi warga binaan.

Perubahan tersebut merupakan bagian dari implementasi 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) yang digagas Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto. Berbagai sektor produksi dikembangkan di kawasan itu, mulai dari tambak udang vaname, budidaya sidat dan ikan air tawar, peternakan ayam dan bebek petelur, produksi pupuk, hingga pengembangan tanaman anggur dan anggrek.

Menteri Agus bersama Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto meninjau langsung sejumlah program ketahanan pangan dan pembinaan kemandirian yang dijalankan di Pulau Nusakambangan, Sabtu, 20 Juni 2026.

Advertisement

Agus menjelaskan, pemanfaatan lahan yang sebelumnya tidak tergarap merupakan upaya mengoptimalkan aset pemasyarakatan agar memberikan manfaat yang lebih luas, termasuk mendukung pemenuhan kebutuhan pangan di lingkungan lapas dan rutan.

“Kami memanfaatkan lahan-lahan yang sebelumnya belum digunakan untuk membantu kebutuhan internal pemasyarakatan, termasuk penyediaan bahan pangan bagi warga binaan,” kata Agus.

Menurut dia, hasil produksi yang dikembangkan di Nusakambangan diharapkan dapat membantu menjaga ketersediaan pasokan pangan sekaligus mendukung stabilitas harga berbagai komoditas di masyarakat.

Dari Lahan Tidur Menjadi Kawasan Produktif

Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto mengaku terkesan melihat langsung transformasi yang terjadi di Nusakambangan. Baginya, kawasan yang selama ini identik dengan penjara kini mampu menghadirkan manfaat yang nyata melalui pengelolaan lahan produktif.

“Kami datang untuk melihat upaya peningkatan ketahanan pangan. Kami melihat sendiri lahan-lahan yang sebelumnya tidak dimanfaatkan kini disulap Pak Agus dan jajaran menjadi kawasan produktif. Ini luar biasa dan patut diapresiasi,” ujar Titiek.

Ia menilai keberhasilan tersebut membuktikan bahwa lahan yang tersedia dapat menghasilkan manfaat besar apabila dikelola dengan baik. Bahkan, menurutnya, apa yang dilakukan di Nusakambangan bisa menjadi contoh bagi daerah lain.

“Nusakambangan saja bisa seperti ini, apalagi daerah lain. Kita dikaruniai tanah yang subur, tinggal bagaimana  memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya,” katanya.

Titiek bahkan menyebut langkah yang dilakukan Menteri Agus sebagai terobosan yang kreatif. Menurutnya, transformasi Nusakambangan menjadi bukti bahwa ketahanan pangan dapat dikembangkan di berbagai sektor, termasuk di lingkungan pemasyarakatan.

Advertisement

Menumbuhkan Harapan Baru

Lebih dari sekadar menghasilkan komoditas pangan, berbagai program tersebut juga menjadi bagian dari pembinaan warga binaan. Melalui keterlibatan langsung dalam kegiatan pertanian, perikanan, dan peternakan, mereka memperoleh keterampilan yang dapat menjadi bekal ketika kembali ke tengah masyarakat.

Mihardi
Mihardi
Penulis

Redaktur FIN.CO.ID