Ekonomi . 22/06/2026, 09:39 WIB
Penulis : Esnoe Faqih Wardhana | Editor : Esnoe Faqih Wardhana
fin.co.id – Pasar modal dalam negeri menunjukkan gairah positif pada pembukaan pekan ini. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) langsung bergerak menguat pada perdagangan Senin pagi. Indeks acuan domestik tersebut melonjak 39,91 poin atau naik sekitar 0,65 persen untuk nangkring di posisi 6.217,05.
Arah positif ini juga menular pada kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45. Lini saham paling likuid tersebut ikut menguat dengan kenaikan sebesar 4,74 poin atau tumbuh 0,78 persen, sehingga berhasil mengamankan posisi ke level 614,14.
Laju hijau IHSG hari ini mencatatkan performa yang relatif lebih tangguh jika kita membandingkannya dengan kondisi bursa saham di kawasan Asia yang bergerak bervariasi (mixed). Sejumlah pasar modal di Asia justru harus rela membuka perdagangan di zona merah. Deretan bursa yang terperosok ke zona pelemahan tersebut antara lain Hang Seng (Hong Kong), PSEi (Filipina), KOSDAQ (Korea Selatan), KLCI (Malaysia), serta Straits Times (Singapura).
Kendati demikian, masih ada beberapa bursa regional yang beruntung dan sukses melesat ke zona hijau bersama dengan pasar modal kita pagi ini. Sederet indeks yang berhasil unjuk gigi tersebut meliputi TW Weighted Index (Taiwan), NIKKEI 225 (Jepang), KOSPI (Korea Selatan), Topix (Jepang), CSI 300 (China), Shanghai Composite (China), dan Shenzhen Comp. (China).
Berdasarkan data resmi dari papan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) setelah sesi berjalan selama sepuluh menit, volume perdagangan saham telah menyentuh angka 2,18 miliar lembar. Aktivitas transaksi tersebut berhasil membukukan nilai perputaran uang hingga Rp1,6 triliun, dengan catatan frekuensi perdagangan yang terjadi mencapai sebanyak 195.776 kali.
Hingga menit-menit awal perdagangan tersebut, dinamika pergerakan harga saham di lantai bursa memperlihatkan persaingan yang cukup ketat. Tercatat ada sebanyak 281 saham yang berhasil bergerak menguat dan 247 saham yang bergerak melemah, sedangkan 190 saham lainnya masih tertahan alias tidak bergerak dari posisi semula.
Bukan cuma memantau pergerakan harian, para pelaku pasar saat ini juga tengah mengarahkan perhatian mereka pada rilis data ekonomi krusial sepanjang minggu ini. Melansir laporan dari Phintraco Sekuritas, salah satu rilis yang sangat dinantikan oleh pasar adalah data terkait perkembangan M2 Money Supply atau jumlah uang beredar dalam arti luas.
Selain data moneter tersebut, para pemodal dan pelaku pasar juga sedang cermat menantikan pengumuman penting dari MSCI mengenai Annual Market Classification Review. Hasil evaluasi periodik ini akan menjadi instrumen vital dalam menentukan kelayakan serta status posisi Indonesia di dalam kelompok pasar berkembang atau Emerging Market.
Isu ini menjadi kian krusial bagi masa depan investasi dalam negeri, mengingat Bursa Efek Indonesia (BEI) sendiri telah menyusun rencana untuk segera bertemu langsung dengan pihak MSCI. Pertemuan strategis tersebut bertujuan untuk meminta klarifikasi mendalam atas hasil MSCI Global Market Accessibility Review sebelumnya, yang mana sempat memberikan rapor atau penilaian negatif pada kriteria aliran informasi (Information Flow) di Indonesia.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media