Megapolitan . 23/06/2026, 19:05 WIB

DBH Dipotong Rp15 Triliun, Jakarta Andalkan Kolaborasi

Penulis : Mihardi  |  Editor : Mihardi

fin.co.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menilai momentum menuju usia lima abad Jakarta sebagai dorongan untuk memperkuat pembangunan kota melalui kolaborasi berbagai pihak, tidak semata bergantung pada ketersediaan anggaran daerah.

Staf Khusus Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Publik, Chico Hakim menyebut, tantangan fiskal berupa pemotongan dana bagi hasil (DBH) dari pemerintah pusat sebesar Rp15 triliun menjadi salah satu perhatian utama. Bahkan, DPRD DKI juga mengingatkan adanya potensi penyesuaian kembali alokasi DBH di masa mendatang.

“Di tengah tantangan ini, semangat kami justru semakin kuat. Momentum menuju lima abad Jakarta bukan hanya soal anggaran, melainkan kolaborasi semua pihak, yakni Pemprov, DPRD, swasta, dan masyarakat untuk membangun kota global yang berpihak pada warga,” kata Chico melalui pesan singkat, Selasa, 23 Juni 2026.

Ia menegaskan bahwa di tengah tekanan fiskal tersebut, pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas hidup masyarakat, serta pelayanan publik tetap harus berjalan tanpa hambatan.

Pemprov DKI, lanjutnya, juga terus menjalin komunikasi dengan pemerintah pusat agar kebijakan pemotongan DBH dapat diminimalkan pada periode berikutnya.

“Sambil memastikan Jakarta tetap tangguh dan terus maju,” ucapnya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menekankan bahwa berbagai agenda akan digelar untuk memperkuat posisi Jakarta sebagai kota global menjelang usia 500 tahun.

“Tentunya, kami akan mengadakan berbagai kegiatan untuk membuat Jakarta semakin menjadi kota global, kota yang digemari, kota yang nyaman, aman,” ungkap Pramono, Senin (22/6).

Sejumlah program penataan kota juga tengah dijalankan, di antaranya pembangunan pedestrian deck di kawasan Dukuh Atas serta revitalisasi Taman Semanggi yang saat ini sedang dikerjakan.

Selain itu, Pemprov DKI juga berencana mengembangkan konektivitas bawah tanah di kawasan Bundaran HI yang akan menghubungkan sejumlah hotel besar seperti Grand Hyatt, Pullman, Mandarin, dan Kempinski langsung ke jaringan MRT.

“Maka, penanganan-penanganan yang seperti ini akan terus kami lakukan, tapi yang paling penting adalah dalam rangka lima abad ini, Jakarta mempersiapkan diri untuk memberikan kenyamanan bagi warganya,” ujar Pramono.

Ia menambahkan, pembangunan Jakarta tidak hanya difokuskan pada aspek fisik, tetapi juga pada penguatan kenyamanan, keamanan, kepedulian sosial, serta budaya gotong royong melalui program Jaga Jakarta dan gerakan pilah sampah yang terus digencarkan.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com