Menteri PU Dody Hanggodo menambahkan, pembangunan jalan daerah ini diharapkan tidak hanya memperkuat konektivitas antarwilayah, tetapi juga secara simultan mendukung berbagai aktivitas ekonomi masyarakat.
Angka-angka pun bicara. Kementerian PU mencatat, program IJD Tahun Anggaran 2025 ini telah menangani pembangunan dan perbaikan jalan sepanjang 1.151 kilometer yang tersebar di 37 provinsi. Total nilai investasi untuk program raksasa ini mencapai Rp 5,41 triliun.
Secara rinci, Pulau Jawa menjadi salah satu fokus utama. Program ini mencakup penanganan jalan di Jawa Barat sepanjang 50,99 kilometer, Jawa Tengah 132,62 kilometer, Daerah Istimewa Yogyakarta 13,07 kilometer, Jawa Timur 53,78 kilometer, dan Banten 19,20 kilometer.
Tidak hanya di Jawa, Sumatera juga mendapatkan alokasi signifikan. Penanganan jalan di pulau ini dilakukan di 10 provinsi dengan total panjang lebih dari 200 kilometer.
Program ini bahkan menjangkau seluruh penjuru nusantara, termasuk provinsi-provinsi di Bali dan Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, serta kawasan timur Indonesia, bahkan sampai ke Maluku dan Papua.
Dampak positif dari program ini akan sangat luas. Dengan infrastruktur jalan yang semakin baik, mobilitas barang dan jasa akan semakin lancar. Hal ini tentu akan menstimulus pertumbuhan ekonomi daerah, membuka peluang investasi baru, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Singkatnya, Inpres Jalan Daerah bukan hanya sekadar membangun aspal. Ini adalah investasi strategis untuk masa depan Indonesia yang lebih maju, merata, dan berdaya saing.
KEYWORD: Prabowo, Jalan Daerah, Inpres Jalan Daerah, IJD, Pembangunan Jalan, Infrastruktur, Konektivitas, Ekonomi Nasional, Biaya Logistik, Kementerian PU, Dody Hanggodo, Sampang, Jawa Timur.
LONGTAIL KEYWORD: Presiden Prabowo perintahkan jalan daerah diperlebar, program IJD alokasi dana triliunan, dampak pembangunan jalan daerah pada ekonomi, cara menekan biaya logistik di Indonesia, percepatan peningkatan konektivitas jalan daerah, proyek jalan daerah untuk dukung pangan dan energi. (*)