Megapolitan . 24/06/2026, 23:41 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo bakal memanggil manajemen perusahaan aplikasi ojek online (ojol) guna membahas penataan parkir kendaraan para pengemudi di ibu kota.
Langkah tersebut dilakukan menyusul masih banyaknya pengemudi ojol yang memarkir kendaraan di pinggir jalan dan sejumlah titik yang dinilai mengganggu ketertiban ruang publik. Menurut Pramono, persoalan ini tidak bisa diselesaikan hanya oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, tetapi juga membutuhkan keterlibatan perusahaan aplikasi yang menaungi para pengemudi.
"Saya sudah meminta untuk memanggil manajemen ojol untuk bersama-sama menangani ini. Enggak mungkin hanya Pemerintah DKI Jakarta yang menangani," kata Pramono di Jakarta Pusat, Rabu, 24 Juni 2026.
Ia menjelaskan, jumlah pengemudi ojol yang terus bertambah membuat kebutuhan ruang parkir menjadi tantangan tersendiri di berbagai wilayah Jakarta. Kondisi tersebut kerap menimbulkan penumpukan kendaraan di trotoar maupun badan jalan.
Pramono mencontohkan kawasan Jalan HR Rasuna Said yang sebelumnya telah ditata dengan trotoar lebih lebar untuk mendukung kenyamanan pejalan kaki. Namun, sebagian area tersebut kini dimanfaatkan sebagai lokasi parkir kendaraan ojol.
Karena itu, kata dia, Pemprov DKI tengah menyiapkan skema penataan yang lebih teratur, termasuk kemungkinan menyediakan area khusus bagi pengemudi ojol untuk menunggu pesanan atau penumpang.
"Kalau mau parkir silakan misalnya enklave di satu tempat dan sebagainya. Nah, pengaturan-pengaturan seperti itulah yang harus dilakukan," kata Pramono.
Meski demikian, sambungnya, penataan yang disiapkan tidak hanya ditujukan bagi pengemudi ojol. Pemerintah daerah juga akan melakukan pembenahan sistem perparkiran secara menyeluruh di Jakarta.
Penataan tersebut mencakup parkir di pusat perbelanjaan, gedung perkantoran, hingga fasilitas publik lainnya agar lebih tertib dan terintegrasi.
"Kita akan juga melakukan pengaturan parkir secara menyeluruh. Baik itu yang harus di valet, parkir di gedung-gedung, pusat perbelanjaan, maupun parkir-parkir di tempat publik," paparnya.
Pramono menilai upaya penertiban parkir liar harus dilakukan secara konsisten meskipun terkadang menimbulkan pro dan kontra di masyarakat. Menurutnya, sejumlah hasil positif sudah mulai terlihat setelah penertiban dilakukan di beberapa lokasi.
Salah satu contohnya adalah kawasan Blok M, Jakarta Selatan, yang kini dinilai lebih tertata dibandingkan sebelumnya.
"Yang dulu orang kalau mau ke Blok M kan pasti sudah mikirnya parkirnya bisa dua, tiga kali, tiga tempat dan sebagainya. Setelah ditertibkan rupanya sekarang menjadi lebih baik," kata Pramono.
Ia pun meminta seluruh jajaran terkait untuk tetap tegas dalam menjalankan penertiban parkir namun tetap mengedepankan pendekatan yang proporsional dan tidak berlebihan.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media