Pendidikan . 24/06/2026, 17:34 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan International Seminar and The 15th Annual General Meeting The Asian Islamic Universities Association (AIUA) yang berlangsung pada 23-25 Juni 2026.
Forum internasional yang mengangkat tema “Transforming Islamic Higher Education for Advancing Global Peace, Resilience, and Inclusive Development” itu mempertemukan perguruan tinggi Islam, akademisi, pembuat kebijakan, hingga mitra internasional untuk membahas peran pendidikan tinggi Islam dalam menghadapi berbagai tantangan global.
Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara AIUA dan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sebagai penyelenggara. Rangkaian acara diawali dengan kedatangan delegasi dari universitas anggota AIUA di berbagai negara Asia pada 23 Juni 2026.
Selanjutnya, seminar internasional digelar pada 24 Juni 2026 di Auditorium Harun Nasution UIN Jakarta, sedangkan Sidang Umum Tahunan AIUA ke-15 berlangsung sehari setelahnya di Ruang Diorama Auditorium Harun Nasution.
Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Asep Saepudin Jahar yang juga menjabat Presiden AIUA menilai, kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat jejaring dan diplomasi akademik antarperguruan tinggi Islam di kawasan Asia maupun dunia.
"Perguruan tinggi Islam tidak hanya memiliki mandat dalam pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki tanggung jawab strategis untuk membangun perdamaian, memperkuat ketahanan sosial, serta menghadirkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan," katanya, Rabu, 24 Juni 2026.
Menurut Prof Asep, berbagai persoalan global seperti konflik geopolitik, perubahan iklim, kesenjangan sosial-ekonomi, serta laju transformasi digital yang semakin cepat menuntut perguruan tinggi mengambil peran lebih besar dalam membangun kepemimpinan, pengetahuan, dan kebijakan yang berorientasi pada kemanusiaan.
Seminar internasional menghadirkan Wakil Presiden RI periode 2004–2009 dan 2014–2019, Haji Muhammad Jusuf Kalla, sebagai pembicara utama dengan materi bertajuk "Islamic Leadership and Peacebuilding in a Fragmented Global Order". Sementara Gubernur Lemhannas RI, Dr. H. TB Ace Hasan Syadzily, M.Si., membawakan tema "Islamic Higher Education, Democracy, and Global Transformation".
Selain sesi utama, forum tersebut juga menghadirkan dua panel diskusi. Panel pertama mengupas peran pendidikan tinggi Islam dalam membangun perdamaian dan kohesi sosial dengan menghadirkan Dr. Shukree Langputeh dari Ibn Auf Institute of Technology Thailand serta Prof. Noorhaidi M.A., M.Phil., Ph.D. dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang dipandu Prof. Ali Munhanif M.A., Ph.D.
Adapun panel kedua membahas reposisi pendidikan tinggi Islam di tengah disrupsi global melalui inovasi, integrasi, dan dampak yang lebih luas. Diskusi tersebut menghadirkan Dr. Haji Hambali dari Universiti Islam Sultan Sharif Ali Brunei Darussalam, Prof. Dato' Dr. Wan Sabri Bin Wan Yusof dari Universiti Sultan Azlan Shah Malaysia, serta Prof. Dr. Mujiburrahman dari UIN Antasari Indonesia dengan moderator Prof. Muhammad Zuhdi M.Ed., Ph.D.
Selain seminar dan sidang tahunan, agenda AIUA 2026 juga diisi dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antarperguruan tinggi anggota. Kerja sama tersebut diharapkan dapat memperluas kolaborasi dalam bidang pertukaran mahasiswa, riset bersama, program gelar ganda, diseminasi pengetahuan, serta memperkuat jejaring internasional antaruniversitas Islam.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media