Nasional . 26/06/2026, 20:16 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Moch Irfan Yusuf menegaskan, transformasi penyelenggaraan ibadah haji dan umrah harus dilakukan melalui tata kelola yang terpadu, terbuka, profesional, serta mengutamakan kebutuhan jemaah.
Menurut Menhaj, perubahan dalam penyelenggaraan haji dan umrah tidak cukup hanya melalui pembentukan lembaga baru, tetapi harus diwujudkan dalam sistem pelayanan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
"Transformasi haji dan umrah tidak boleh berhenti pada seremoni. Transformasi harus hadir dalam sistem, regulasi, data, standar pelayanan, dan pengawasan agar setiap jemaah merasakan pelayanan yang semakin baik," kata Irfan saat membuka International Islamic Expo (IIE) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jumat, 26 Juni 2026.
Ia menjelaskan, hadirnya Kementerian Haji dan Umrah merupakan bagian dari upaya memperbaiki tata kelola penyelenggaraan ibadah haji dan umrah. Lembaga tersebut diharapkan dapat mempercepat proses pengambilan keputusan, memperkuat pertanggungjawaban, serta menyatukan pengelolaan data, sumber daya manusia, aset, dan layanan.
Transformasi tersebut diarahkan untuk mencapai tiga target utama, yaitu keberhasilan pelaksanaan ibadah, penguatan ekosistem ekonomi haji, serta peningkatan nilai sosial dan peradaban.
Pelaksanaan Haji 1447 Hijriah/2026 Masehi yang melayani sebanyak 203.149 jemaah dalam 527 kloter menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan pada penyelenggaraan berikutnya.
Ke depan, Kementerian Haji dan Umrah akan memprioritaskan berbagai langkah, mulai dari percepatan penerbitan visa melalui integrasi data, digitalisasi pelayanan, peningkatan standar fasilitas asrama haji, pengawasan terhadap penyelenggara, hingga penyediaan layanan yang lebih mudah diakses oleh jemaah lanjut usia, penyandang disabilitas, dan kelompok berisiko tinggi.
International Islamic Expo (IIE) 2026 yang berlangsung pada 26–28 Juni 2026 diikuti lebih dari 100 peserta pameran, sekitar 3.000 buyer, serta delegasi dari 16 negara. Kegiatan tersebut menjadi wadah kerja sama antara pemerintah, industri, dan mitra global untuk memperkuat ekosistem haji dan umrah Indonesia.
"IIE 2026 harus menjadi momentum konsolidasi besar. Kita ingin ekosistem haji dan umrah memberikan manfaat yang lebih luas. Jemaah memperoleh pelayanan terbaik, penyelenggara semakin profesional, pelaku usaha nasional tumbuh, dan tata kelolanya semakin transparan serta akuntabel. Itulah arah transformasi yang sedang kita bangun," pungkas Menhaj.
M Purwadi/Disway
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media