Nasional . 12/08/2026, 21:59 WIB
Penulis : Esnoe Faqih Wardhana | Editor : Esnoe Faqih Wardhana
fin.co.id - Kantor SAR Mataram mencatat 212 orang berhasil dievakuasi dari KMP Putri Yasmin yang terbakar di perairan Selat Lombok. Hingga Rabu malam, tim SAR gabungan masih melakukan penanganan dan bersiap melanjutkan operasi pencarian pada Kamis, 13 Agustus 2026.
Kepala Kantor SAR Mataram Muhamad Hariyadi mengatakan, jumlah tersebut bertambah setelah KMP Pratama Kalyani mengevakuasi 39 orang dari lokasi kejadian. Kapal tersebut kemudian membawa para korban menuju Pelabuhan Lembar, Lombok Barat.
Hariyadi menyampaikan jumlah terbaru orang yang berhasil dievakuasi dari insiden KMP Putri Yasmin mencapai 212 orang. "Totalnya 212," kata Kepala Kantor SAR Mataram Muhamad Hariyadi di Pelabuhan Lembar, Lombok Barat, Rabu, 12 Agustus 2026 malam.
Sebelumnya, tim SAR gabungan mencatat 173 orang telah dievakuasi. Dari jumlah tersebut, 172 orang berhasil selamat, sementara satu orang meninggal dunia.
Jumlah itu kemudian bertambah setelah KMP Pratama Kalyani melakukan evakuasi terhadap 39 orang lainnya. Kapal tersebut membawa para korban menuju Pelabuhan Lembar untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
"Untuk yang ada di kapal 39 orang itu masih di Kapal Pratama Kalyani sedang menuju ke Lembar. Kebetulan dari Lembar juga, dari perusahaan yang sama. Ikut membantu pencarian," katanya.
Tim SAR gabungan langsung mengerahkan enam kapal dari berbagai unsur setelah menerima laporan kebakaran KMP Putri Yasmin sekitar pukul 04.30 WITA. Petugas bergerak menuju lokasi untuk melakukan pencarian dan evakuasi terhadap orang-orang yang berada di kapal.
"Yang pertama itu ada enam kapal yang kita gerakkan ke lokasi. Dari total laporan awal yang kita terima sesuai dengan apa yang disampaikan oleh kementerian, 173 dengan satu meninggal," katanya.
Meski jumlah orang yang telah dievakuasi terus bertambah, Hariyadi mengatakan tim SAR belum dapat memastikan apakah masih ada orang yang belum ditemukan atau belum masuk dalam pendataan. Menurutnya, data penumpang berada dalam kewenangan pihak perusahaan.
"Kami belum bisa memastikan terkait dengan data korban. Itu ada kewenangan dari pihak perusahaan," katanya.
Karena itu, tim SAR masih menindaklanjuti informasi yang masuk, terutama laporan dari keluarga yang belum mendapatkan kabar mengenai anggota keluarganya.
Tim SAR gabungan akan kembali melakukan operasi pencarian pada Kamis (13/8). Hariyadi mengatakan pencarian akan terus berlangsung selama masih terdapat laporan atau pengaduan mengenai orang yang belum diketahui keberadaannya.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media