Megapolitan . 28/06/2026, 22:08 WIB

Menteri Ara Telepon Pramono Saat Tinjau Bedah Rumah, Bahas Data BSPS Jakarta

Penulis : Mihardi  |  Editor : Mihardi

fin.co.id - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait atau Ara melakukan komunikasi langsung dengan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di sela-sela peninjauan program bedah rumah atau Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Kelurahan Kebon Sirih, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, Minggu, 28 Juni 2026.

Percakapan melalui sambungan telepon tersebut dilakukan saat Menteri Ara memastikan kesiapan pelaksanaan program BSPS di wilayah ibu kota. Namun, Ara tidak menjelaskan secara rinci substansi pembicaraan yang dilakukan dengan Gubernur DKI Jakarta tersebut.

"Soal data," kata Ara singkat, Minggu, 28 Juni 2026.

Diketahui, pemerintah telah meningkatkan alokasi Program BSPS untuk Provinsi DKI Jakarta pada tahun 2026 secara signifikan, dari sebelumnya hanya 158 unit menjadi 10.000 unit.

Dari total alokasi tersebut, sebanyak 9.700 unit diperuntukkan bagi kawasan perkotaan, sedangkan 300 unit lainnya dialokasikan untuk wilayah pesisir.

Adapun pembagian kuota bantuan mencakup Jakarta Barat sebanyak 2.443 unit, Jakarta Utara 1.827 unit, Jakarta Pusat 1.810 unit, Jakarta Timur 1.810 unit, Jakarta Selatan 1.810 unit, serta Kepulauan Seribu sebanyak 300 unit.

Khusus wilayah Jakarta Pusat, alokasi BSPS mencapai 1.810 unit. Hingga kini, proses inventarisasi dan verifikasi telah dilakukan terhadap 614 unit rumah yang tersebar di delapan kecamatan dan 35 kelurahan.

Sementara itu, di Kelurahan Kebon Sirih terdapat 10 calon penerima bantuan, sedangkan di wilayah Kecamatan Menteng tercatat sebanyak 27 unit usulan. Seluruh pengajuan tersebut berasal dari Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat.

Dalam kesempatan itu, Menteri Ara kembali menegaskan bahwa pelaksanaan Program BSPS harus berjalan cepat, tepat sasaran, serta tidak membebani masyarakat dengan pungutan apa pun.

"Ini perintah Presiden Prabowo, karena Jakarta istilahnya etalasenya Indonesia, jadi untuk Pak Wakil Wali Kota tolong dibantu ya Pak karena kita sudah mengalokasikan sekitar 10.000 unit untuk Jakarta," tegasnya, Minggu.

Saat peninjauan lapangan, Menteri PKP juga mendatangi rumah dua calon penerima bantuan, yakni Supendi (64), seorang pedagang, dan Raffles (61), penjual sate Padang.

Berdasarkan hasil verifikasi, kedua rumah tersebut mengalami kerusakan berat dan dinyatakan memenuhi syarat sebagai penerima bantuan BSPS. Pelaksanaan perbaikan rumah dijadwalkan berlangsung mulai 30 Juni hingga 30 Agustus 2026.

"Presiden Prabowo dan DPR RI sudah setuju dengan program bedah rumah sebanyak 400.000 unit di tahun ini dan tentunya kita harus bekerja dengan cepat dan tepat untuk merealisasikan program ini karena BSPS ini sangat menyentuh rakyat secara langsung," ujar Menteri PKP.

Menteri Ara juga menekankan pentingnya kepastian legalitas lahan bagi masyarakat penerima bantuan agar pelaksanaan program berjalan sesuai aturan yang berlaku.

Untuk itu, Kementerian PKP akan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat guna mencari solusi terbaik terkait persoalan legalitas lahan, sehingga pelaksanaan BSPS dapat berlangsung secara efektif, tepat sasaran, dan akuntabel.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com