Ekonomi . 28/06/2026, 22:09 WIB

Resmi Dibuka! Kemnaker Buka Program Pemagangan Jepang dan Pelatihan Kaigo, Simak Cara Daftarnya

Penulis : Derry Sutardi  |  Editor : Derry Sutardi

fin.co.id - Kabar baik bagi masyarakat yang ingin berkarier di Jepang maupun di perusahaan Jepang yang beroperasi di Indonesia. Peluang kerja di kedua sektor tersebut masih terbuka lebar, seiring meningkatnya investasi dan ekspansi bisnis perusahaan asal Negeri Sakura di Tanah Air.

Untuk mendukung kesiapan tenaga kerja Indonesia, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) kembali membuka Program Pemagangan Jepang 2026 dan Pelatihan Kaigo melalui platform Skillhub dalam ekosistem SIAPkerja .

Program ini menjadi salah satu langkah pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar mampu bersaing di pasar kerja internasional sekaligus memenuhi kebutuhan industri Jepang yang terus berkembang.

Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemnaker, Darmawansyah, menjelaskan bahwa peserta tidak hanya akan mendapatkan pelatihan keterampilan teknis, tetapi juga pembelajaran bahasa Jepang serta pembentukan etos dan budaya kerja khas Jepang.

Menurutnya, kompetensi tersebut menjadi modal penting agar tenaga kerja Indonesia mampu beradaptasi dengan lingkungan kerja internasional.

"Kesempatan kerja global harus diimbangi dengan kesiapan kompetensi yang memadai. Karena itu, Kemnaker terus memperkuat pelatihan vokasi dan pemagangan agar tenaga kerja Indonesia mampu bersaing dan beradaptasi di lingkungan kerja internasional, termasuk di Jepang," ujar Darmawansyah.

Melalui Program Pemagangan Jepang 2026, peserta akan mengikuti pelatihan bahasa Jepang, pembentukan karakter dan budaya kerja, pelatihan sesuai kebutuhan industri, hingga pembekalan sebelum diberangkatkan bekerja di Jepang.

Tak Harus Bekerja di Jepang

Menguasai bahasa Jepang kini menjadi nilai tambah yang semakin dicari perusahaan. Menariknya, peluang karier tidak hanya tersedia di Jepang, tetapi juga di berbagai perusahaan Jepang yang telah beroperasi di Indonesia.

Seiring bertambahnya jumlah investasi Jepang, kebutuhan terhadap tenaga kerja bilingual juga meningkat. Perusahaan kini membutuhkan profesional yang mampu berkomunikasi dalam bahasa Jepang untuk berbagai posisi.

Mulai dari administrasi, sales, human resources (HR), keuangan, engineering, hingga level manajerial dan eksekutif.

Berdasarkan data Peoplyee, saat ini terdapat sekitar 700.000 pembelajar bahasa Jepang di Indonesia . Namun, besarnya jumlah tersebut ternyata belum diimbangi dengan kemudahan memperoleh informasi karier.

Banyak pencari kerja masih mengalami kesulitan menemukan lowongan yang sesuai, memahami kebutuhan perusahaan Jepang, hingga mengenal budaya kerja yang diterapkan.

Kondisi tersebut membuat potensi tenaga kerja yang telah menguasai bahasa Jepang belum sepenuhnya terserap oleh dunia industri.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com