IHSG Dibuka Naik 35,90 Poin, Investor Cermati Data Ekonomi Domestik dan Global Sepanjang Pekan

news.fin.co.id - 29/06/2026, 09:58 WIB

IHSG Dibuka Naik 35,90 Poin, Investor Cermati Data Ekonomi Domestik dan Global Sepanjang Pekan

Investor menanti data ekonomi Indonesia, AS, China, dan Zona Euro sepanjang pekan.

fin.co.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka perdagangan pada Senin dengan penguatan di tengah sikap hati-hati pelaku pasar yang menunggu sejumlah data ekonomi penting dari dalam maupun luar negeri sepanjang pekan ini.

Pada awal perdagangan, IHSG menguat 35,90 poin atau 0,61 persen ke level 5.932,03. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan yang tergabung dalam Indeks LQ45 juga bergerak naik sebesar 0,98 poin atau 0,17 persen ke posisi 584,70.

Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata mengatakan pergerakan IHSG masih berada dalam fase konsolidasi sehingga pelaku pasar masih mengamati kekuatan indeks untuk bertahan di area support.

“Secara teknikal, pergerakan indeks masih berada dalam fase konsolidasi dengan pelaku pasar mencermati kemampuan IHSG bertahan di area support 5.882 atau 5.688 atau 5.520, sementara resistance terdekat berada pada kisaran 5.996-6.013 atau 6.097 atau 6.221–6.287,” ujar Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata dalam kajiannya di Jakarta, Senin.

Investor Menunggu Sejumlah Data Ekonomi Global

Pelaku pasar sepanjang pekan ini akan mencermati berbagai indikator ekonomi global yang berpotensi memengaruhi arah pergerakan pasar keuangan.

Beberapa data yang menjadi perhatian meliputi Job Openings and Labor Turnover Survey (JOLTs) Amerika Serikat, pidato Gubernur The Fed Kevin Warsh, data Non-Farm Payrolls (NFP) Amerika Serikat, tingkat pengangguran AS, PMI manufaktur China, serta data inflasi Zona Euro.

Selain data ekonomi, investor juga terus mengikuti perkembangan situasi geopolitik di Timur Tengah. Sentimen pasar sedikit membaik setelah Amerika Serikat dan Iran mencapai kesepakatan damai sementara yang membuka peluang kembali beroperasinya Selat Hormuz.

“Kesepakatan tersebut meredakan kekhawatiran gangguan pasokan energi global, sehingga turut menekan harga minyak dunia dan membantu menjaga stabilitas sentimen pasar keuangan,” ujar Liza.

Prospek Kebijakan The Fed Masih Menjadi Perhatian

Pasar juga masih memperhatikan arah kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat setelah data inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) dirilis sesuai dengan ekspektasi pasar.

Data tersebut mendorong investor untuk sedikit mengurangi ekspektasi terhadap penurunan suku bunga The Fed pada tahun ini.

“Selain itu, meningkatnya ekspektasi bahwa The Fed masih akan mempertahankan kebijakan moneter yang ketat, menjadi salah satu faktor yang membatasi penguatan aset berisiko,” ujar Liza.

Data Ekonomi Indonesia Turut Menjadi Sorotan

Dari dalam negeri, pelaku pasar akan mencermati sejumlah indikator penting, mulai dari PMI Manufaktur Indonesia, data inflasi Juni, hingga neraca perdagangan.

Esnoe Faqih Wardhana
Esnoe Faqih Wardhana
Penulis

Penulis FIN.CO.ID