Menkes Puji Transformasi Nusakambangan, Sebut Tak Lagi Seram

news.fin.co.id - 29/06/2026, 15:40 WIB

Menkes Puji Transformasi Nusakambangan, Sebut Tak Lagi Seram

Menkes Budi Gunadi Sadikin memberikan apresiasi terhadap transformasi yang dilakukan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) di kawasan Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.

fin.co.id - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin memberikan apresiasi terhadap transformasi yang dilakukan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) di kawasan Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Menurutnya, berbagai pembenahan yang dilakukan telah mengubah wajah kawasan pemasyarakatan tersebut menjadi lebih bersih, sehat, dan manusiawi.

Apresiasi itu disampaikan Menkes saat menghadiri kegiatan Kick Off Skrining Tuberkulosis (TB) dengan Rontgen dan Cek Kesehatan Gratis 2026 bagi petugas pemasyarakatan, tahanan, narapidana, dan anak binaan di Lapas Ngaseman, Nusakambangan, Senin, 29 Juni 2026.

"Luar biasa, Pak Menteri. Saya lihat rumah-rumahnya dibangun, rumah sakitnya, kliniknya bagus. Ada budidaya ketahanan pangan. Nusakambangan tidak lagi seram," kata Budi.

Budi juga mengaskan, Nusakambangan saat ini lebih rapih dan terang. "Sekarang bersih, sehat, dan terang," pungkasnya.

Program skrining kesehatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Kemenimipas dan Kementerian Kesehatan dalam mendukung Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang menjadi salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto.

Menurut Menkes, langkah yang dilakukan Kemenimipas sejalan dengan visi pemerintah yang menempatkan akses kesehatan sebagai hak seluruh warga negara, termasuk warga binaan pemasyarakatan.

"Tugas kami menjaga seluruh masyarakat Indonesia tetap sehat, siapa pun dia, termasuk warga binaan. Hak kesehatan mereka harus sama dengan masyarakat yang berada di luar lapas," ujarnya.

Menkes Puji Transformasi Nusakambangan, Sebut Tak Lagi Seram

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto menegaskan, pelaksanaan program tersebut merupakan bentuk dukungan konkret terhadap kebijakan strategis Presiden Prabowo Subianto, khususnya program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan percepatan eliminasi tuberkulosis nasional.

"Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dengan Kementerian Kesehatan untuk mendukung Program Hasil Terbaik Cepat Presiden Republik Indonesia dalam mendeteksi dini berbagai penyakit, mempercepat penanggulangan tuberkulosis, sekaligus mendukung target eliminasi TB pada 2030," terang Agus.

Mantan Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) ini menjelaskan, program tersebut mencakup pemeriksaan kesehatan gratis, skrining tuberkulosis melalui pemeriksaan rontgen, serta deteksi HIV secara komprehensif.

Secara nasional, program ini akan menjangkau sekitar 272.573 warga binaan pemasyarakatan dan 48.876 petugas pemasyarakatan. Sementara khusus di Pulau Nusakambangan, sebanyak 4.842 warga binaan dan 926 petugas akan mengikuti pemeriksaan kesehatan tersebut.

Agus menambahkan, Kemenimipas telah melakukan berbagai langkah pembenahan guna mendukung pelaksanaan program prioritas Presiden. Upaya tersebut meliputi peningkatan kualitas klinik di lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan, penguatan kapasitas tenaga kesehatan, pembaruan sarana pelayanan kesehatan, serta penguatan sinergi dengan Kementerian Kesehatan.

"Kami siap mendukung penuh program Cek Kesehatan Gratis. Sejak awal kami telah mempersiapkan klinik-klinik di seluruh lapas dan rutan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi warga binaan," tegasnya.

Mihardi
Mihardi
Penulis

Redaktur FIN.CO.ID